Polda Bali Tangkap Pelaku Penggandaan Uang Menggunakan Daun Jambu

Kamis, 25 April 2019 : 22.30
Direskrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan menunjukkan barang bukti dan menjelaskan bagaimana modus pelaku penggandaan uang
Denpasar - Tim Direskrimum Polda Bali meringkus dua pelaku penipuan dengan modus penggandaan uang menggunakan daun jambu. Kasus yang terbilang unik, berhasil diungkap Polda Bali, setelah korbannya Ni Ketut Sudiasi melaporkan tindak penipuan yang dilakukan oleh Abu Hari dan Jauhari.

Direktur Direskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan mengungkapkan, peristiwanya terjadi pada bulan Maret 2109. Andi mengaku heran, bagaimana bisa di jaman sekarang, masih ada orang yang mempercayai bisa menggandakan uang.

"Korban mengaku, dirinya mempercayai kemampuan pelaku bisa menggandakan uang," jelas Andi dalam keterangan resminya, Kamis (25/4/2019). Berbekal laporan korban, petugas akhirnya berhasil meringkus pelaku di seputaran Jalan Pidada XIII Banjar Ubung, Denpasar Utara.

Pria 68 tahun asal Gadingan, Jangkar, Situbondo dalam menjalankan aksisnya dibantu sang sopir Jauhari. Mereka juga bagian dari sindikat penipuan yang kerap memanfaatkan peluncur dari Kelompok Gusti Ngurah.

Awalanya, korban yang diperkenalkan salah satu kenalannya, bertemu pelaku yang menjanjikan bisa menggandakan uang. Korban saat itu kebingungan karena losmen yang hendak dijual tidak kunjung laku sehingga berharap bisa segera mendapatkan uang.

"Pelaku Pak Haji itu kemudian berjanji bisa membantu, di mana prosesnya dengan melakukan modus penipuan menggandakan uang, dengan menggunakan daun jambu," imbuh Andi.

Hingga akhirnya, korban menyetor sejumlah uang secara bertahap kepada pelaku, totalnya hampir 420 juta lebih. Dalam melancarkan aksinya, korban semakin percaya karena pelaku berpakaian menggunakan jas dan melakukan ritual khusus.

Disinggung motif dan kemungkinan pelaku terkait dengan jaringan penipuan penggandaan uang lainnya seperrti Kanjeng Dimas, masih dalam pendalaman,

"Motif hampir sama dengan Dimas Kanjeng, tapi masih dikembangkan ada kaitannya tidak," kata sambung Andi. Atas perbuatan itu, kedua pelaku dijerat Pasal 378 junto 55 KUHP dengan ancaman pidana selama 4 tahun bui. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru