menu
search

Pentingnya Literasi Bagi Cendekiawan Muda Sambut Revolusi Industri 4.0

Minggu, 14 April 2019 : 05.09
Diskusi digelar GMKI Cabang Denpasar
Denpasar - Mahasiswa sebagai cendekiawan muda perlu membekali diri dengan literasi dalam menyambut revolusi industri 4.0. Hal itu terungkap dalam diskusi yang digelar Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Denpasar dengan Tema 'Pentingnya Literasi Menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Kegiatan diselenggarakan 13 April 2019 di sekretariat GMKI, Jalan. Terompong No.16 Sumerta Kelod, Denpasar. Mereka yang hadir dari GMKI Cabang Denpasar, Nalar Mahasiswa & Para Pemuda (NARMADA) - Bali dan beberapa mahasiswa dari berbagai kampus di Bali.

Efraim Mbomba Reda (Penulis & Pegiat Literasi) hadir sebagai pembicara dalam diskusi yang dimoderator Yulesri Kudu Mauawang. Efraim menyampaikan, literasi bukan hanya berhubungan dengan membaca dan menulis melainkan berbicara, menghitung dan memecahkan masalah.

Memecahkan masalah merupakan bagian yang paling penting dalam berliterasi. Baginya, seluruh pengetahuan berbagai sumber mesti digunakan untuk pemecahan masalah bagi kebaikan hidup diri sendiri dan orang banyak.

“Literasi tidak hanya berhubungan dengan membaca dan menulis tetapi berbicara menghitung dan memecahkan masalah," jelas Efraim sembari menambahkan, memecahkan masalah merupakan bagian yang paling penting di dalamnya.

"Ketika kita berliterasi maka dalam segala perkembangan dalam konteks 4.0 dan apapun itu setidaknya kita dapat menyesuaikan diri di dalamnya", ungkap Mahasiswa Universitas Warmadewa itu.

Sekretaris Fungsi Pendidikan Kader & Kerohanian (PKK) Gerdi Kafi Lole yang juga koordinator kegiatan menyampaikan, kegiatan bertujuan agar mahasiswa sebagai cendekiawan muda harus mengerti secara mendalam terkait dengan literasi dan korelasinya dengan revolusi industri 4.0.

Kegiatan ini memiliki nama ruang pengetahuan. Ruang Pengetahuan akan diselenggarakan secara berkala dengan beragam tema.

“Kami berharap mahasiwa memahami secara mendalam terkait literasi dan mengerti manfaat dari literasi dalam konteks memahami revolusi industri 4.0. Kegiatan ini memilik nama Ruang Pengetahuan dan akan diselenggarakan secara berkala”, ungkap Gerdi.

Sementara, Yulesri Kudu Mauawang menyimpulkan, perubahan merupakan sesuatu yang tidak bisa ditolak. Perubahan harus disambut. Konteks hari ini adalah kita mengahadapi revolusi industri dimana banyak hal sudah terdigitalisasi, hal ini harus dihadapi.

"Menghadapi perubahan dalam hal ini revolusi industri 4.0 tentunya membutuhkan pengetahuan, maka dalam konteks ini literasi menjadi begitu penting sebab berhubungan dengan pengetahuan dan pemecahan terhadap masalah," tuturnya.

Kata dia, literasi harus menjadi habits dalam keseharian mahasiwa, dengan cara itu sebagai cendekiawan mahasiwa bisa memberikan kontribusi konkrit dalam bentuk pemecahan masalah terhadap soal-soal yang kita temukan dalam keseharian maupun organisasi. (des)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua