menu
search

Pemerintah Siapkan Beasiswa Doktor Bahari Ditempatkan di Pulau Terluar Indonesia

Rabu, 10 April 2019 : 08.19
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahurrohman dan Ponpes Miftahul Amanah di Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa 9 April 2019/humas kkp
Banjar - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan pemerintah telah menyiapkan dukungan pendidikan cukup besar salah satunya memberikan beasiswa bagi program Doktor Bahari yang akan ditempatkan di pelosok negeri.

Susi menyampaikan hal itu, saat Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina (Gemasatukata) di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahurrohman dan Ponpes Miftahul Amanah di Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa 9 April 2019.

Dalam kesempatan itu, Menteri Susi mempromosikan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) yang baru saja dibangun KKP di Pangandaran.

Instansi pendidikan ini menurutnya gratis bagi anak nelayan, pembudidaya, atau pelaku utama sektor kelautan dan perikanan lainnya yang lulus mengikuti tes. Nantinya mereka mebdapat beasiswa, sekolah gratis, ada asrama gratis, makan juga disediakan gratis.

"Jadi yang ingin sekolah kelautan dan perikanan, tidak usah jauh-jauh ke Bandung, di Pangandaran saja. Hanya 1,5 jam dari sini (Banjar). Bangunannya bagus, di tepi laut, pemandangannya cantik," ungkap Menteri Susi.

Selain itu, lanjut Susi, pemerintah juga mencanangkan program beasiswa Doktor Bahari. Pesertanya dapat berkuliah gratis dengan sistem ikatan dinas. Nantinya para Doktor Bahari ini akan ditempatkan untuk mengabdi di daerah dan pulau-pulau terluar Indonesia.

Pembangunan sumber daya manusia (SDM) juga didukung pemerintah dengan program Balai Latihan Keterampilan (BLK). Namun Menteri Susi berpendapat, berbagai pelatihan keterampilan yang diberikan harus tetap diiringi dengan konsumsi ikan. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua