Pariwisata Bali Berbasis Budaya dan Bersinergi Sektor Perekonomian Masyarakat

Selasa, 23 April 2019 : 23.20
Gubernur Bali I Wayan Koster menerima audiensi Kepala BI Bali Causa Iman Karana dan pimpinan SESPIBI
Denpasar - Pengembangan pariwisata Bali ke depan tetap berbasiskan budaya dan bersinergi dengan sektor-sektor perekonomian masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audensi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana, BI Institute serta peserta Sekolah Staf Pimpinan Bank Indonesia (SESPIBI) di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (23/4/2019).

Kepada para peserta SESPIBI, Gubernur Wayan Koster memaparkan posisi Bali sebagai pintu masuk pariwisata manca negara terbesar di Indonesia. Dari aspek jumlah kunjungan wisatawan, menurutnya tidak ada yang mengkhawatirkan. Meski demikian, Pariwisata Bali membutuhkan pengelolaan yang lebih baik.

“Pengaturan kepariwisataan yang ada saat ini masih secara umum. Saya akan memperkuat regulasi lokal sesuai dengan potensi dan daya dukung daerah,” katanya.

Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini menambahkan pihaknya akan mewujudkan pariwisata di Bali yang berbasis budaya dan bersinergi dengan sektor-sektor perekonomian masyarakat. Ia berharap bisa melihat perubahan wajah pariwisata Bali dalam dua tahun ke depan.

Koster sudah mulai menata dari hal-hal kecil seperti penanganan sampah dan penataan lingkungan agar tidak terjadi kerusakan. “Pariwisata kita ke depan berkelanjutan, berkualitas dan mensejahterakan masyarakat,” demikian Koster.

Kepala KPw BI Provinsi Bali Causa Iman Karana mengatakan kedatangannya terkait dengan penyelenggaraan SESPIBI yang mengangkat tema pariwisata, kemaritiman dan industri. Bali dipilih sebagai tempat untuk belajar masalah pariwisata.

“Barangkali ada kebijakan strategis terkait pariwisata Bali,” kata Pak Cik, sapaannya.

Fretdy Purba dari BI Institute menambahkan, selama dua hari di Bali, mereka telah berkunjung ke Dinas Pariwisata Provinsi Bali, bertemu dengan Dekan Fakultas Pariwisata UNUD dan ke ITDC Nusa Dua untuk berdiskusi terkait topik di bidang pariwisata. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru