Menteri Susi Lepasliarkan 246.673 Benih Lobster di Perairan Natuna

Minggu, 21 April 2019 : 06.03
Menteri KKP Susi Pudjiastuti melepasliarkan 246.673 benih lobster di perairan Natuna/humas kkp
Natuna - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melakukan pelepasliaran 246.673 benih lobster (BL), yang terdiri atas 235.900 BL jenis pasir dan 10.773 BL jenis mutiara, di Perairan Natuna, Jumat (19/4).

Pelepasliaran BL dilakukan di dua titik lokasi di wilayah perairan Natuna. BL merupakan hasil tangkapan ilegal yang berhasil diamankan oleh Polres Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) di Desa Lambur Luar, Kec. Sabak Timur, Kab. Tanjungjabung Timur, Kamis (18/4).

BL ditemukan petugas dalam kemasan plastik yang dimasukkan ke dalam 35 box styrofoam.

"Bekerjasama dengan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Perikanan (SKIPM) Jambi, BL dikirimkan melalui jalur penerbangan dari Jambi ke Natuna dengan transit Jakarta dan Batam," ujar Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Kemananan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina.

BL itu sampai di Bandara Raden Sadjad, Natuna, Jumat (19/4) pukul 14.00 WIB. Turut mendampingi dalam penerbangan tersebut, Anak Agung Gede Eka Susila, Kepala SKIPM Batam; Bripda Febriyanto, Polres Tanjungjabung Timur; dua petugas BKIPM Batam; dan satu petugas SKIPM Jambi.

Usai melalui proses transfer BL dari kargo bandara menuju truk TNI AL Lanal Ranai, rombongan tiba di Kecamatan Bunguran Timur pada pukul 15.00 WIB. “BL dibawa ke tempat BL dilepasliarkan dengan menggunakan dua perahu nelayan,” jelas Rina.

Menteri Susi langsung turun tangan melakukan pelepasliaran BL. Turut hadir mendampingi, Agus Suherman, Plt. Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP); Kolonel Laut Harry Setyawa, Komandan Lanal (Danlanal) Ranai; Bripda Febriyanto, Polres Tanjungjabung Timur; Anak Agung Gede Eka Susila, Kepala SKIPM Batam; dan sejumlah saksi lainnya dalam pelepasliaran.

Menteri Susi juga melepasliarkan tiga ekor lobster bertelur. Dia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) No. 56 Tahun 2016 tentang Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan, lobster yang undersized dan bertelur tidak boleh diambil dari perairan Indonesia.

Menteri Susi berharap, benih lobster yang telah dilepasliarkan dapat tumbuh dewasa dan berkembang biak agar keberadaannya terus lestari. “Semoga bayi-bayi lobster ini bisa hidup dan mengembalikan ketersediaan lobster supaya bisa ada lagi dan banyak,” harap dia.

Warga Natuna diminta tidak menangkap kembali BL dan lobster bertelur yang telah dilepasliarkan tersebut. Dirinya turun bersama Danlanal, Kepala BKIPM, melakukan pelepasliaran BL semata demi anak cucu.

"Demi anak-anak bangsa. Kalau orang Natuna nanti (lobster) yang bertelur ditangkapin, saya masukan dia ke laut. Tenggelamkan!,” seloroh Susi.

Upaya penyelundupan BL ini berhasil digagalkan sehingga mampu menyelamatkan potensi kerugian negara yang setara dengan Rp37.5 miliar. Hingga saat ini, pelaku penyelundupan BL yang melarikan diri dalam proses penangkapan masih dalam proses pencarian pihak Satreskrim Polres Tanjabtim. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru