menu
search

Menang Besar Saat Pilpres, Gubernur Bali Sodorkan Ini Kepada Jokowi

Rabu, 24 April 2019 : 05.00
Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah meneteri kabinet Kerja saat menerima rombongan Gubernur Bali I Wayan Koster dan para bupati se-Bali di Istana Merdeka, Jakarta
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendadak mengumpulkan para bupati se-Bali pascapemilu di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 22 April 2019.

Karena mendadak sejumlah bupati dan wali kota, gagal hadir karena tidak mendapatkan tiket pesawat. Dipimpin Gubernur Bali I Wayan Koster, rombongan para petinggi daerah itu diterima Presiden Jokowi.

Kepala Negara didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja, antara lain Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil, serta Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.

Diantara rombongan pejabat dari Bali, Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra, Bupati Tabanan Eka Wiryastuti, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, dan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali, Bupati se-Bali, Polda Bali dan Kodam IX/Udayana serta masyarakat Pulau Dewata yang telah mampu mewujudkan Pemilu Serentak 17 April 2019 dengan lancar, nyaman, aman, damai dan sukses.

Presiden juga mengucapkan terima kasih karena Bali telah mampu memberi kontribusi suara dengan persentase tertinggi di Indonesia untuk pasangan Jokowi-Maaruf Amin.

Kemudian, Presiden Jokowi meminta kepada Gubernur Koster untuk menyampaikan program-program pembangunan Bali yang memerlukan pendanaan dari APBN.

Mengawali paparannya, Gubernur Koster mengucapkan terima kasih kepada Presiden yang telah mengundang gubernur dan bupati/wali kota se-Bali ke Istana Merdeka Jakarta.

Koster melaporkan hasil perhitungan suara secara riil di Provinsi Bali berdasarkan C-1 yang datanya sudah masuk sebanyak 90%. "Perolehan suara pasangan Jokowi-Maaruf Amin mencapai 92%," tegas Koster.

Koster kemudian, menyodorkan sejumlah program prioritas pembangunan Bali, antara lain penguatan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya melalui skema dana perimbangan dalam bentuk dana alokasi umum.

Juga, dana dekonsentrasi, tugas pembantuan, atau skema lain, yang nantinya akan dialokasikan kepada Desa Adat dan Komunitas Budaya yang ada di Pulau Dewata.

Selain itu, rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di kawasan Gunaksa, Kabupaten Klungkung yang terdiri atas fasilitas panggung terbuka berkapasitas 25.000 orang.

Kemudian, pembangunan gedung seni multifungsi berteknologi modern (Auditorium Bung Karno) berkapasitas 2.500 orang, museum tematik (tekstil Bali, musik, tari, arsitektur, seni rupa, pengobatan tradisional, raja-raja Bali).

"Kami akan melakukan upaya peningkatan infrastruktur, lanjutan pembangunan short cut ruas jalan Singaraja-Denpasar, lanjutan pembangunan short cut ruas jalan Denpasar-Gilimanuk," sambung Ketua DPD PDIP Perjuangan Provinsi Bali itu.

Juga, pengembangan jalan untuk jalur logistik Trans Jawa-Bali-NTB melalui jalur Bali Utara (Gilimanuk-Buleleng-Karangasem), pembangunan jalan by pass lingkar Bali, dan lanjutan jalan by pass Ida Bagus Mantra.

Infrastruktur lainnya, Bali akan pembangunan jalan lingkar Nusa Penida di Kabupaten Klungkung, pembangunan jalur kereta api lingkar Bali, lanjutan pembangunan infrastruktur pelabuhan cruise Tanah Ampo di Karangasem.

Tak kalah pentingnya, pembangunan dermaga penyeberangan Segitiga Sanur (Denpasar) menuju Nusa Lembongan dan Nusa Penida Kabupaten Klungkung, pembangunan infrastruktur pelabuhan penyeberangan di Amed Karangasem menuju Lombok (NTB), pembangunan Pasar Sukawati Gianyar dan RSUD Kabupaten Tabanan.

Menanggapi paparan Gubernur Koster, Presiden Jokowi langsung merespon dan menyetujui program penguatan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya untuk desa adat, dengan langsung memerintahkan Menteri Keuangan untuk merumuskan kebijakan anggaran tersebut.

Soal, pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di kawasan Gunaksa, Kabupaten Klungkung juga langsung disetujui dengan memerintahkan Menteri PUPR untuk memprogramkannya mulai tahun 2020.

Kepala Negara meminta agar diprogramkan kelanjutan pembangunan short-cut ruas jalan Singaraja-Denpasar, lanjutan pembangunan short-cut ruas jalan Denpasar-Gilimanuk, pengembangan jalan jalur logistik Trans Jawa-Bali-NTB melalui jalur Bali Utara (Gilimanuk-Buleleng-Karangasem).

Selain itu, pembangunan jalan lingkar Nusa Penida, di Kabupaten Klungkung; pembangunan Pasar Sukawati Gianyar.

Presiden juga memerintahkan Menteri Perhubungan untuk memprogramkan pengembangan infrastruktur pelabuhan cruise Tanah Ampo di Karangasem, pembangunan dermaga penyeberangan Segitiga Sanur (Denpasar) menuju Nusa Lembongan dan Nusa Penida Kabupaten Klungkung. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua