Kulon Progo Siapkan Desa Wisata Nglinggo dan Tritis Jadi Penyangga Borobudur

Minggu, 28 April 2019 : 07.46
Perkebunan teh di kawasan Desa Wisata Nglinggo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta, menjadi daya tarik wisatawan
Kulon Progo - Kabupaten Kulon Progo tengah mempersiapkan desa wisata Nglinggo dan Tritis di Kecamatan Samigaluh sebagai daerah penyangga pariwisata Borobudur, Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pariwisata Niken Probo Laras mengungkapkan, setelah Borobudur ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), maka hal itu membawa harapan baru bagi sektor pariwisata Kulon Progo sebagai daerah penyangga.

Demikian juga, sejak adanya Bandara Internasional Yogyakarta, semakin memacu semangat untuk membangun pariwisata khususnya dalam membidik wisatawan asing.

"Dalam beberapa tahun terakhir ini, pariwisata Kulon Progo kami genjot untuk mengantisipasi hadirnya bandara baru dan daerah penyangga Borobudur," tegas Niken kepada wartawan dalam Lokakarya Kebanksentralan yang dihelat Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali di Desa Wisata Nglinggo, Samigaluh, Yogyakarta, Sabtu (27/4/2019).

Apalagi, Presiden Joko Widodo telah menetapkan pariwisata sebagai penyumbang devisa tertinggi dan manargetkan kunjungan 20 juta wisman sehingga hal itu disambut di seluruh Tanah Air termasuk Kulon Progo.

Demikian juga, penetapan 10 destinasi Bali baru sehingga hal itu semakin memacu daerah-daerah lain termasuk di Borobudur, agar semakin banyak dikunjungi wisatawan asing.

"Ini yang membuat kami harus berbenah, kemudian membuat wisata baru ada gardu pandang, puncak widoasih, tahun ini kami buka spot foto, ada kuliner dan lainnya," sambungnya.

Kepala Dinas Pariwisata Niken Probo Laras memaparkan berbagai program dan kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata yang berbasiskan masyarakat
Sejumlah desa yang menjadi penyangga obyek wisata andalan Borobudur, terus didorong untuk bersiap mengoptimalkan potensi pariwisata yang dimiliki seperti Pokdarwis, desa wisata hingga off-road sampai ke destinasi salah satu keajaiban dunia itu.

Masyarakat kemudian mengelola wilayah untuk sehingga diharapkan bisa menjadi penyangga Borobudur. "Bupati kami, Pak Wardoyo dengan berbagai kebijakan mendorong lahirnya desa wisata dan menyiapkan infrastruktur," kata mantan Kepala Disperindagkop itu.

Bahkan, setidaknya ada 70 obyek wisata di kawasan bukit menoreh ini yang dikelola dengan konsep communtiy development pembangunan yang berbasiskan masyarakat.

Dukungan pemerintah dalam hal infrastruktur jalan sangat memiliki peran penting dalam memacu aktivitas perekonomian, mengingat kondisi geografis wilayahnya yang berbukit.

Yang membanggakan Desa Wisata Nglinggo mampu menempati rangking pertama tingkat nasional untuk kategori wisata yang berbasis masyarakat pada tahun 2018. Niken menambahkan, ada program yang dijalankan dengan apa yang disebut membedah menoreh.

Jadi, dari Bandara Internasional Yogyakarta diharapkan untuk menjangkau ke Borobudur, wisatawan selain dua akses lewat Magelang dan Purworejo, wisatawan bisa melewati desa-desa yang dilalui dalam program Bedah Menoreh.

Kini, banyak wisatawan datang, warga di wilayah itu merasakan betul dampak pembangunan pariwisata yang tengah digenjot Pemkab Kulon Progo yang mengusung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru