menu
search

KIPP Indonesia Desak Penundaan Pemungutan Suara di Malaysia

Senin, 15 April 2019 : 10.26
ilustrasi surat suara / foto istimewa
Jakarta - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia meminta penundaan pemungutan suara di Malaysia.

Sekjen KIPP Indonesia Kaka Diminta mengungkapkan, desakan itu disampaikan setelah pihaknya memperhatikan kasus dugaan pencoblosan surat suara secara ilegal di Selangor Malaysia dan setelah melakukan pemantauan langsung ke Malaysia

Sekretaris Jenderal KIPP Indonesia Kaka suminta mengungkapman, sampai dini hari Sabtu, 13 April 2019. KPU dan Bawaslu belum mendapatkan akses untuk memastikan soal surat suara yang diduga dicoblos secara ilegal.

Pasalnya, masalah tersebut masih dalam kekuasaan polisi Diraja Malaysia. Sehingga sampai saat ini tak ada kejelasan tentang peristiwa dimaksud.

"Proses pemungutan suara dengan Kotak Suara Keliling (KSK) ditemukan banyak kejanggalan seperti kotak suara tak disegel saat melakukan pemungutan suara," tutur Suminta dalam keterangan resminya.

Dia membahkan, dalam beberapa tim KSK tak disertai oleh Panwas. "Selain itu, pengakuan petugas KSK memberikan hak pilih pada siapapun yang di lokasi tugasnya tanpa memperhatikan DPT," katanya menegaskan.

Demikian juga, saat penyerahan kotak suara KSK dilakukan dengan memeriksa dan membuka kotak suara.

Atas dasar temuan tersebut di atas, maka KIPP Indonesia meminta untuk menghentikan proses pemungutan suara di Malaysia, sampai mendapatkan kepastian untuk proses pemungutan suara yang sesuai dengan UU dan PKPU yang berlaku. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua