Kejayaan Kerajaan Sumedanglarang, Bangkitkan Spirit Baru Membangun Masyarakat Sumedang

Senin, 22 April 2019 : 23.28
Kirab Panji Sumedanglarang dam Kirab Mahkota Binokasih dalam menyemarakkan HUT ke 441 Kabupaten Sumedang Jawa Barat/foto:istimewa
Sumedang - Kerajaan Sumedanglarang memiliki sejarah panjang bagi lahirnya kerajaan-kerajaan lainnya di Tanah Sunda sehingga kejayaan yang pernah ditorehkan kala itu bisa melahirkan kembali semangat baru dalam membangun daerah di Kabupaten Sumedang.

Kirab Panji Sumedanglarang dan Kirab Mahkota Binokasih adalah sebuah apresiasi pada aspek rekontruksi nilai sejarah Sumedang tempo dulu pernah menjadi sebuah Kerajaan yang bernama Sumedanglarang.

Ketua III Dewan Kebudayaan Sumedang Edah Jubaedah menuturkan, perjalanan panjang sejarahnya telah membawa dinamika kuat dalam perkembangannya. Dimana di Bhumi Sumedang pengaruh Kerajaan Galuh cukup besar.

Kemudian, pengaruh kerajaan Sunda dan hasil penyatuan Sunda dan Galuh, menjelma menjadi kerajaan Pajajaran yang dipimpin Sang Prabu Siliwangi.

"Pengaruh ajaran Islam yang dibawa Sunan Gunung Djati yang masih keturunan Sang Prabu Suliwangi ini, semakin kuat mendesak pengaruh Pajajaran di Tatar Sunda. Sementara Cirebon mulai bangkit sebagai pusat peradaban baru di Tatar Sunda," tutur Edah, dalam keterangannya kepada Kabarnusa.com, Senin (22/4/2019).

Namun untuk Sumedang, baik Pajajaran maupun Cirebon, semuanya terkait kekerabatan yang kuat. Karena hal itulah kemudian baik Pajajaran maupun Cirebon memberikan kepercayaan yang kuat untuk Sumedanglarang.

Kirab Panji di peringati untuk mengingat kembali perjalanan sejarah perubahan kerajaan sedangkan Kirab Mahkota diperingati untuk merekontruksi kembali perjalanan sejarah Kekuasaan di Tanah Sunda. Dalam peringatan kali ini, bertepatan peringatan hari jadi Kabupaten Sumedang ke 441.

Ketua Umum Panitia Hari Jadi Sumedang, dalam hal ini Sekretaris Daerah Sumedang Herman Suryatman meyakinkan, bahwa aspek historis Sumedang sangat penting bagi perkembangan Sumedang sekarang.

Hari jadi kali ini mengambil tema "Kolaborasi Sumedang Simpati, mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan UMKM".

Dengan tema ini maka aspek historis ini diharapkan bisa membangun spirit seluruh masyarakat Sumedang sehingga bisa bangkit dan secara bersama-sama menurunkan angka kemiskinan yang masih ada.

UMKM Sumedang sudah banyak yang mampu berbicara ke mancanagara. Bahkan jika diperhatikan produk kriya Sumedang sudah mampu menjangkau pasar dunia. Sebut saja, kerajinan wayang golek, senapan angin juga produk mebel diantaranya sudah ada yang menjangkau pasar internasional.

Inilah yang ingin kita dorong dengan kuat. Kesadaran terhadap lokal wisdom itu akan sangat membantu memperkuat jati diri aparatur pemerintahan dan juga elemen masyarakat terkait.

Untuk itu peran Dewan Kebudayaan Sumedang sangat penting dalam mengawal kebijakan ini. Hal ini tertuang cukup kuat dalam regulasi Sumedang yaitu Peraturan Bupati Sumedang no. 113 tahun 2009 Tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda.

"Aturan itu kini statusnya akan dinaikkan menjadi Perda yang insyaallah bulan ini mulai dibahas di DPRD," imbuh Herman. (rhm)

1 komentar:

  1. Sangat mantap sumedang punya sejuta cerita. Kami sebagai warga sumedang merasa bangga tinggal di sumedang walau saya keluarga tinggal di sumedang perkpungan.

    BalasHapus

Rekomendasi

Berita Terbaru