Kawal Suara Prabowo di Denpasar, Ratusan Relawan Bang Adi Rela Begadang

Rabu, 17 April 2019 : 12.33
Bang Adi (tengah) salah satu relawan pendukung Prabowo Sandi di Denpasar
Denpasar - Sekira 500 orang relawan Bang Adi siap mengawal suara Prabowo Sandi di semua tingkatan di Denpasar meski harus begadang.

Sebaga salah satu elemen relawan pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi) di Bali, Bang Adi menyatakan siap mengawal suara pasangan nomor urut 02, hingga semua tingkatan.

Relawan Bang Adi di Dusun Wanasari, Denpasar telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengawal perolehan suara Prabowo-Sandi, khususnya di Kota Denpasar. Ditemui sebelum mencoblos.

Bang Adi mengatakan telah mengerahkan 500 anggotanya untuk mengawal perolehan suara di semua tingkatan di Kota Denpasar.

"Kami akan kawal betul suara Prabowo-Sandi di Bali, khususnya di Kota Denpasar. Tidak boleh ada satu suara pun yang hilang," tegas Bang Adi kepada wartawan sebelum pencoblosan, Rabu (17/4/2019).

Pihaknya telah mengerahkan 500 relawan untuk mengawal di semua tingkatan, kalau perlu begadang," kata Bang Adi ditemui di Masjid Baitul Rahman, Dusun Wansari, Denpasar, Rabu 17 April 2019.

Bang Adi optimistis bahwa perolehan suara Prabowo-Sandi di Bali memenuhi target yang patok yakni berkisar antara 40-45 persen.

Dia bahkan opotmis suara Prabowo Sandi di Dusun Wanasari bakal meraup suara mayoritas sekitar 90 persen. Dengan jumlah pemilih sekira 5 ribuan suara dan mayoritas ke 02, dia optimistis Prabowo-Sandi mendulang suara 90 persen.

"Kata Bang Adi, masyarakat ingin perubahan sebab sudah merasakan pemerintahan Pak Jokowi 4,5 tahun dan merasakan bagaimana harga melambung naik, tarif listrik naik, pengangguran juga banyak. Kita ingin perubahan ke arah yang lebih baik," harapnya.

Ia pun menegaskan apa yang menjadi kekhawatiran aparat keamanan bahwa akan terjadi intimidasi kepada pemilih yang dilakukan oleh pendukung Prabowo-Sandi sama sekali tidak terbukti.

"Apa yang menjadi kekhawatiran sama sekali tidak terbukti. Kami menghargai perbedaan pilihan," imbuhnya. Dia menegaskan, dalam ranah demokrasi berbeda itu sebagai hal wajar termasuk bagi yang ingin perubahan mengganti presiden,.

"Sejauh ini situasi aman dan kondusif, masyarakat bebas menggunakan hak pilihnya," tegas tokoh muda di kampung Jawa itu. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru