menu
search

Kantor Layanan Teknis BSN, Permudah Warga Riau Terapkan SNI

Selasa, 23 April 2019 : 01.00
Kepala BSN Bambang Prasetya saat membuka Kantor Layanan Teknis BSN di Pekanbaru, Riau
Pekanbaru - Kehadiran Kantor Layanan Teknis (KLT) Badan Standardisasi Nasional BSN di Provinsi Riau akan membantu para pelaku usaha dalam penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI).

BSN kembali membuka KLT di daerah, berlokasi di Pekanbaru, Riau. “Provinsi Riau merupakan tempat yang sangat strategis.

Kepala BSN, Bambang Prasetya mengungkapkan, sebagai salah satu sentra ekonomi terbesar di Pulau Sumatera dengan tingkat pertumbuhan, migrasi dan urbanisasi yang tinggi, potensi industri serta UKM di Provinsi Riau sangat luar biasa.

"Kehadiran KLT BSN akan membantu para pelaku usaha di Provinsi Riau dalam penerapan SNI," tegas Kepala BSN, Bambang Prasetya saat meresmikan KLT BSN bersama Gubernur Riau, H. Syamsuar, di Pekanbaru, Riau pada Senin (22/04/2019).

Dengan menerapkan SNI, produk-produk yang ada di Provinsi Riau dapat lebih berdaya saing di pasar nasional dan global.

Hingga saat ini, jumlah industri penerap SNI di Indonesia adalah 13.819 industri, sedang di Pulau Sumatera jumlahnya adalah 230 industri, sementara di Provinsi Riau jumlahnya mencapai 30 industri.

Di Provinsi Riau juga terdapat 23 Laboratorium uji dan 1 UPT Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Disperindag Provinsi Riau.

Adanya potensi tersebut, BSN berkomitmen untuk mendekatkan diri kepada para stakeholder di Provinsi Riau dengan mendirikan KLT BSN di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Perindustrian Provinsi Riau, Jl. Hangtuah No.218, Rejosari, Tenayan Raya, Pekanbaru.

Ini merupakan KLT yang ke-4, setelah sebelumnya BSN meresmikan KLT di Kota Makassar, Palembang, dan Bekasi.

Dengan adanya KLT BSN, masyarakat di Provinsi Riau dapat lebih mudah mengakses informasi SPK, berkonsultasi, mengusulkan SNI sesuai kebutuhan daerah, serta mengusulkan pembinaan SNI bagi UKM.

Selain itu, diharapkan jumlah industri dan UKM yang menerapkan SNI di wilayah ini akan semakin meningkat.

Bambang menambahkan, KLT ini merupakan langkah nyata BSN dalam mengimplementasikan Undang-Undang No. 20 Tahun 2014 terutama di Pasal 8 Ayat 2 yang menerangkan bahwa tugas dan tanggung jawab di bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian dilaksanakan oleh BSN.

Sesuai pasal 53, dinyatakan bahwa BSN bersama dengan kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian lainnya, dan/atau pemerintah daerah bekerjasama untuk melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha dan masyarakat dalam penerapan SNI.

KLT BSN di Provinsi Riau juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan terkait standardisasi dan penilaian kesesuaian kepada masyarakat.

Apalagi, Provinsi Riau memiliki produk-produk unggulan seperti Kelapa Sawit, Sagu, Kopi, serta Karet. Tentu semua harus melalui standardisasi agar dapat berdaya saing.

“Pendirian KLT BSN di Provinsi Riau, diharapkan dapat memberikan manfaat nyata melalui program pendampingan dan bimbingan penerapan SNI.

"Kami percaya, organisasi dan industri termasuk UKM di Provinsi Riau mampu berdaya saing baik di tingkat nasional dan global, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat,” tutup Bambang. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua