menu
search

Indonesia Jadi Pemasok Tuna Terbesar di Dunia

Rabu, 10 April 2019 : 22.33
Menteri Susi saat menjadi salah satu pembicara dalam talkshow bertajuk “Semangat Memperkuat Budaya untuk Bela Negara Generasi Milenial”
Jakarta - Kebijakan dan program-program yang dijalankan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk menjaga kedaulatan negara pun tak sia-sia. Bentuk keberhasilannya dibuktikan dengan naiknya peringkat Indonesia sebagai pemasok tuna terbesar di dunia.

“Sekarang, Indonesia pemasok tuna terbesar sedunia, pemasok kepiting nomor 1 di Amerika. Neraca perdagangan perikanan kita juga nomor 1 di Asia Tenggara,” ujar Susi menyampaikan hal itu saat menjadi salah satu pembicara dalam talkshow bertajuk “Semangat Memperkuat Budaya untuk Bela Negara Generasi Milenial” di Universitas Sahid Jakarta pada Selasa (9/4/2019).

Sekitar satu dari enam tuna yang ditangkap di seluruh dunia selama tiga tahun terakhir berasal dari Indonesia, yang merupakan 16 persen dari produksi tuna dunia. Sebagai penghasil tuna terbesar, Indonesia menjadi pemasok utama pasar Jepang, Amerika, Uni Eropa, Korea, dan Hong Kong.

Keberhasilan itu, menurutnya, dapat dicapai dengan modal keberanian dan cintanya akan negeri. Meskipun bukan berangkat dari latar belakang pendidikan yang tinggi, semangatnya tak putus untuk menjaga laut Nusantara sebagai masa depan bangsa.

Semangat yang sama, bahkan lebih, ia harapkan dapat diteruskan oleh anak-anak muda untuk menjaga Indonesia menjadi bangsa yang besar di masa mendatang.

“Adek-adek semua bisa menjadi generasi muda Indonesia di masa mendatang yang akan membanggakan Republik ini agar kita bisa menjadi negara yang kuat dan besar karena generasi mudanya hebat-hebat,” pesannya.

Usaha para generasi muda untuk mempertahankan negara, menurut Menteri Susi, harus ditingkatkan dua kali lipat. Terlebih, dewasa ini anak-anak muda sering dicekoki oleh skeptisisme.

Salah satunya dengan ramainya berbagai hoax di media sosial yang tidak dapat di pertanggungjawabkan kebenarannya. Ia berpesan agar anak-anak muda terus optimis untuk memajukan bangsa.

Kata Susi, sskeptisisme adalah penyakit yang dapat merusak generasi muda kita sehingga harus bersama-sama kita jaga.

Hoaks menjadi salah satu timbulnya skeptisisme yang akan membuat individu, kita semua, anak-anak bangsa menjadi tidak semangat lagi untuk di masa depan kita. "Ayo kita bangun optimisme untuk selalu melihat ke depan dengan penuh harapan dan semangat,” tandasnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua