menu
search

Hingga Lebaran, Kemendag: Stabilitas Harga dan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok Aman

Jumat, 26 April 2019 : 02.00
Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa Lasminingsih saat mamantau barang kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Bali
Denpasar - Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (Bapok) mendekati bulan puasa hingga Lebaran tahun 2019.

Karenanya diwakili Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa, Lasminingsih, kembali memantau harga Bapok di Bali.

Pada kesempatan ini Lasminingsih meninjau Pasar Nyanggelan, Pasar Badung dan Pasar Agung serta menghadiri Rapat Koordinasi “Stabilitas Harga Barang Kebutuhan Pokok Daerah dan Ketersediaan Stok Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Lebaran Tahun 2019” di Bali, pada hari Kamis (25/4/2019).

Menurutnya, pemerintah siap menyambut datangnya bulan puasa dan lebaran, serta menjamin ketersediaan pasokan bahan pokok di seluruh wilayah di Indonesia, khususnya di Bali.

Jadi, tidak perlu ada kekhawatiran dari masyarakat. Pemerintah siap untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat. "Pemerintah akan terus berkomitmen memastikan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan dalam menghadapi HBKN,” tegas Lasminingsih.

Berdasar pantauan di Pasar Nyanggelan, Pasar Badung dan Pasar Agung di Kota Denpasar, secara umum rata-rata harga Bapok masih stabil.

Harga beras Rp10.000-Rp11.500/Kg, gula Rp11.000/Kg, minyak goreng curah Rp11.000/Kg, daging sapi Rp100.000/kg, daging ayam Rp37.000-Rp38.000/Kg, telur ayam Rp24.000/Kg, cabai merah keriting Rp26.000/Kg, cabai merah besar Rp28.000- Rp30.000/Kg, cabai rawit merah Rp28.000-Rp30.000/Kg, bawang merah Rp42.000-Rp45.000/Kg dan bawang putih Rp42.000-Rp45.000/Kg.

Ia mengungkapkan, sebagian besar harga pokok di Pasar Nyanggelan, Pasar Badung dan Pasar Agung masih stabil. Adapun untuk harga bawang merah dan bawang putih, mengalami kenaikan di pasar-pasar ini.

Untuk itu, pemerintah akan segera menstabilkan harga bawang. Operasi pasar masih akan terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga Bapok. Dikatakan, Kemendag akan berupaya hingga lebaran nanti, harga Bapok akan tetap stabil.

Adapun pelaksanaan Rakor, lanjut Lasminingsih, merupakan upaya Pemerintah menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pada level yang terjangkau.

“Lewat Rakor ini, Pemerintah mengawal kesiapan instansi terkait dan para pelaku usaha Bapok, terutama untuk menghindari terjadinya kenaikan harga, kekurangan stok/pasokan dan gangguan distribusi,” tegas dia.

Rakor di Bali merupakan bagian dari rangkaian Rakor dalam menghadapi HBKN. Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memimpin Rakor serupa di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (20/3). Kemendag juga telah melakukan Rakor serupa di Makassar, Padang, dan Palangkaraya.

Rakor yang melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait serta para stakeholder ini membahas kondisi pasokan serta kesiapan pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menghadapi potensi kenaikan permintaan mulai dari pengadaan, distribusi, dan langkah stabilisasi yang akan dilakukan.

Selain melakukan pemantauan di pasar tradisional untuk memantau ketersediaan barang kebutuhan pokok, Lasminingsih juga mengunjungi Ritel (Indomart dan Alfamart); gudang distributor di Klungkung; dan gudang Bulog Divre Bali di Gianyar.

Hasil pantauan tersebut menunjukkan ketersediaan dan pasokan bahan pokok di Bali terjamin dan aman menjelang bulan puasa dan lebaran 2019. Pada Rakor, pemerintah daerah diminta agar memantau dan melaporkan perkembangan harga harian di pasar pantauan guna menghadapi potensi kenaikan permintaan Bapok.

Pemerintah daerah juga diharapkan dapat melaporkan perkembangan kelancaran distribusi dan jumlah pasokan Bapok. Pihaknya menghimbau pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan menimbun barang dalam rangka spekulasi.

“Untuk itu, Pemerintah pusat dan daerah akan meningkatkan pengawasan secara terpadu bila diperlukan bekerjasama dengan aparat keamanan,” ujarnya. Di pihak lain, pemerintah telah menyiapkan empat langkah strategis stabilisasi harga Bapok dalam menyambut HBKN ini.

Pertama, melalui penguatan regulasi, yaitu Perpres Penetapan dan Penyimpanan Bapokting serta Permendag mengenai Harga Acuan; HET Beras; Harga Khusus; Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Bapok; Penataan dan Pembinaan Gudang; dan Pencantuman Label Kemasan Beras.

"Kami akan terus memperkuat regulasi perdagangan. Kami juga memastikan seluruh Permendag ini diimplementasikan dengan baik dan benar oleh para pelaku usaha," tegas Lasminingsih.

Kedua, pemantauan kondisi harga dan ketersediaan Bapok oleh Eselon I beserta jajaran Kemendag bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota, serta pengawasan oleh Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya pada periode HBKN.

Ketiga, Kemendag bersinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha untuk memastikan harga dan pasokan terjaga dengan baik. Keempat, melakukan upaya khusus, yaitu penetrasi pasar ke pasar rakyat, melalui pengawalan ketersediaan pasokan Bapok menjelang HBKN. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua