Gubernur Koster Ingin Kembangkan Bangli sebagai Kawasan Konservasi

Senin, 01 April 2019 : 00.00
Gubernur Bali I Wayan Koster
Bangli - Gubernur Bali Wayan Koster berjanji akan mengembangkan Kabupaten Bangli sebagai kawasan konservasai mengingat secara geografis wilayah ini memiliki keunggulan kekayaan alam yang tidak dimiliki daerah lainnya.

Di masa kepemimpinan Gubernur Koster dan Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), arah kebijakan pembangunan didasarkan visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Visi itu sudah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Semesta Berencana maupun Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Semesta Berencana.

Dengan demikian, arah Pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Bali dan Pemkab/Pemkot se Bali harus sejalan, yang sebentar lagi akan dbahas dalam Musrenbang guna mengharmoniskan dan mensinkronkan Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah antara Pemprov dan Pemkab/Pemkot se Bali.

"Sesuai konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan Semesta Berencana yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera dan bahagia," ujar Koster saat tatap muka bersama elemen perangkat desa se Kabupaten Bangli di Wantilan Desa Penglipuran, Bangli, Minggu (31/3/2019).

Koster menyampaikan pembangunan Bangli yang dilihat dari segi geografis memiliki keunggulan dari segi alam.

Jadi arah kebijakan pembangunan yang dilaksanakan yakni mengutamakan perlindungan terhadap alam, dan mengembangkan sektor-sektor lain agar bisa menjadi unggulan yang berkembang sehingga bisa menjadi sumber pendapatan daerah maupun mendukung perekonomian masyarakatnya.

"Sesuai konsep kami, Bangli akan kami kembangkan sebagai kawasan konservasi, karena Bangli memiliki keunggulan alam yang juga mendukung kabupaten lain semisal sumber air dan lainnya," tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu..

Jadi harus dipastikan kawasannya tetap terjaga, jangan sampai pembangunan merusak alam. Sektor-sektor yang harus dikembangkan yakni sektor pertanian, kami ingin menjadikan sentra Bangli dan kami pun akan mendukung pemasaran hasil produksi pertaniannya.

Kemudian sektor pendidikan, karena Koster ingin Bangli menjadi pusat pendidikan di Bali, Masyarakat kabupaten/kota lain di Bali melaksanakan pendidikan di Bangli. Karenanya Dia mendukung IHDN yang saat ini sedang berproses menjadi Universitas Jaya Pangus dan izinnya masih dalam proses.

"Alam yang sejuk dan menyehatkan juga menjadi peluang pembangunan sarana olahraga, kita akan rancang sarana cabang olahraga apa yang cocok dibangun disini, sehingga bisa dimanfaatkan saat ada even-even besar skala nasional maupun internasional," ucapnya didampingi istri Ni Putu Putri Suastini Koster.

Guna mendukung pembangunan di Bangli, Pemprov Bali menurut Koster juga akan memikirkan pemberian insentif yang akan dimanfaatkan pengembangan sektor-sektor tersebut maupun pengembangan Bangli secara menyeluruh.

Nantinya, jika Bangli menjadi kawasan konservasi, tidak bisa sembarangan membangun. Harus dipikirkan pemberian insentif agar bisa mendukung pengembangan sektor lainnya di Bangli.

Bupati Bangli Made Gianyar menyampaikan menyampaikan permasalahan dihadapi Bangli saat ini diantaranya perlindungan sumber mata air. Diketahui Bangli memiliki banyak sumber mata air, dan tidak bisa dipungkiri alirannya dimanfaatkan oleh masyarakat kabupaten lain.

Oleh karena itu ia sangat berharap ada sedikit kontribusi dari kabupaten yang memanfaatkan air yang bersumber dr bangli tersebut yang selanjutnya akan kembali dimanfaatkan untuk menjaga sumber mata air yang ada di Bangli.

Bupati menyampaikan permasalahan pengembangan kawasan strategis yang diharapkan bisa dinilai ulang kembali oleh Pemprov, agar dibeberapa kawasan Bangli juga bisa mengembangkan sarana akomodasi pariwisata. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru