Gelar Dharma Shanti, Bandara Ngurah Rai dan Stakeholder Terus Tingkatkan Sinergi

Kamis, 11 April 2019 : 17.23
Perayaan Dharma Santhi di Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali
Badung – Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali menggelar Dharma Shanti guna lebih memperkuat sinergi bersama stakeholder.

Acara yang masih merupakan rangkaian Hari Raya Nyepi tersebut dilaksanakan di Pura Jagat Tirta, Komplek Peribadatan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada Kamis (11/4/2019).

Kegiatan berisi ceramah keagamaan yang dibawakan Ida Pandita Mpu Acharya Nanda tersebut, mengangkat tema “Melalui Dharma Shanti Nyepi Tahun Caka 1941 Mari Kita Tingkatkan Jalinan Kerja Sama serta Layanan yang Prima Berlandaskan Keramahtamahan”.

Perayaan Dharma Santhi ini adalah agenda rutin dari pengurus Suka Duka Umat Hindu PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Gusti Ngurah Rai – Bali, dihadiri jajaran manajemen dan karyawan PT Angkasa Pura I (Persero), jajaran pimpinan komunitas bandar udara, serta perwakilan mitra kerja dan mitra usaha.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali, Haruman Sulaksono mengungkapkan, melalui Dharma Shanti kali ini, diharapkan dapat menerapkan nilai keramahtamahan khas Nusantara dengan kultur khas Bali khususnya.

"Keramahan yang dihadirkan di setiap bentuk pelayanan yang diberikan kepada pengguna jasa bandar udara,” ujar Haruman.

Perayaan Dharma Santhi di Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali
Kegiatan ini menjadi wadah bagi ummat Hindu untuk saling memaafkan, serta dalam konteks kebandarudaraan adalah untuk memantapkan hubungan antar sesama personel maupun hubungan lintas instansi.

Kata Haruman, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk meningkatkan sinergi dan keharmonisan antar semua stakeholder di bandar udara, demi terwujudnya pelayanan yang prima kepada para pengguna jasa Bandar udara, serta demi tercapainya visi perusahaan.

"Melalui kegiatan Dharma Shanti, diharapkan kita mendapatkan kedamaian tidak hanya kedamaian pada diri kita sendiri, tetapi juga kedamaian diri dengan pribadi lainnya, serta yang paling utama, kedamaian kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa – Tuhan Yang Maha Esa,” lanjut Haruman.

Dalam ceramahnya, Ida Pandita Mpu Acharya Nanda berpesan agar hidup saling rukun dengan menerapkan HINDU.

“Hindu harus mengakomodir 5 hal. H-Humanity, kemanusiaan harus dihargai, kemanusiaan yang adil dan beradab. I-Individuality, personal dihargai. N-Nationality, hidup berbangsa dan bernegara, NKRI harga mati. D-Diversity and divinity, perbedaan dan keilahian.

"Terakhir U-Universality, universal, gabungan dari berbagai versi, bukan universus. Kalo universus, konflik dimana mana.” ujar Ida Pandita.

Pada akhir tahun 2018 silam, PT Angkasa Pura I (Persero) meluncurkan visi perusahaan baru, yang berbunyi “Menjadi Penghubung Dunia yang Lebih Dari Sekadar Operator Bandar Udara dengan Keunggulan Layanan yang Menampilkan Keramahtamahan Khas Indonesia”.

Melalui visi baru ini, manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) bertekad untuk memberikan layanan prima kepada seluruh pengguna jasa bandar udara, dengan keramahtamahan yang merupakan kekhasan kultur Nusantara.

Setelah mendengarkan hikmah Nyepi yang dibawakan oleh Ida Pandita Mpu Acharya Nanda, di akhir acara hadirin dihibur dengan penampilan dari grup lawak Bondres. (des)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru