menu
search

FAB Doakan KPPS yang Gugur di Pemilu sebagai Pejuang Demokrasi

Kamis, 25 April 2019 : 17.00
Syukuran dan doa bersama Forum Alumni Bali (FAB)
Denpasar - Puluhan relawan berkumpul di sekretariat Forum Alumni Bali (FAB) mendoakan para anggota KPPS, PPS, Polri, dan pengawas Pemilu yang gugur dalam kerja mengawal aspirasi rakyat Indonesia saat Pemilu Serentak.

Doa dipanjatkan di kediaman Ketua FAB, Nyoman 'Ponglik' Sudiantara di Jalan Yudistira 31 Denpasar, Rabu (24/4/2019) malam. FAB juga mengucapkan belasungkawa terhadap anggota KPPS, PPS, Polri, dan pengawas Pemilu yang gugur dalam kerja mengawal aspirasi rakyat Indonesia.

Ponglik mengingatkan semua pihak, bahwa Pemilu Serentak yang pertama di Indoesia ini bukanlah pekerjaan yang ringan dan mudah. Ini adalah pekerjaan besar yang berat hingga jatuh korban dari petugas penyelenggara Pemilu.

"Sekali lagi saya tegaskan, mari berhenti menghujat pelaksanaan Pemilu. Mari kita tunggu hasil final di KPU," ajaknya.

Setelah banyak energi dan pikiran dihabiskan selama masa Pemilu, marilah kembali ke kehidupan sehari-hari. Bekerja membangun bangsa dan negara, mendukung yang menang.

"Terpenting mari kita jaga persatuan bangsa yang beragam ini," tuturnya. Selain itu, mereka menggelar syukuran atas pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 yang telah berjalan aman, lancar dan sukses.

Mereka bersyukur atas kemenangan pasangan Capres-Cawapres 01: Jokowi-KH Ma'ruf Amin berdasar quick count. Selain itu, bergembira atas kerja keras relawan FAB yang mampu mengukuhkan perorelahan suara Jokowi-Amin hingga 93% di Bali.

Kemenangan Jokowi-Amin adalah kemenangan rakyat Indonesia yang sudah menentukan pilihannya pada coblosan Pilpres 2019 pada 17 April 2019 lalu.

Kemenangan itu telah diraih melalui pemilihan yang demokratis oleh rakyat Indonesia di berbagai pelosok Nusantara, baik di perkotaan, pedesaan, di balik-balik bukit, di tengah hutan hingga pulau terpencil.

Kata dia, ini adalah pesta demokrasi terbesar di dunia. Indonesia yang sangat luas, terdiri ribuan pulau, rakyatnya mampu menyalurkan pilihan terhadap pemimpinnya secara serentak dan demokratis. Secara geografis, ini adalah Pemilu terberat di dunia.

Namun menjadi ringan karena semua rakyat bahu membahu supaya Pemilu berjalan lancar. Pemilu serentak pertama ini adalah Pemilu yang terindah. "Jutaan rakyat Indonesia dimana pun berada, berbondong-bondong ke TPS untuk memilih pemimpinnya," sambungnya.

FAB meminta pihak-pihak yang tidak puas untuk menahan diri, tidak membuat gaduh yang berujung perpecahan bangsa. Menunggu hasil final perhitungan yang dilakukan KPU.

Jika memang menemukan ada kecurangan dan ketidakberesan dalam pelaksanaan Pemilu, silakan digugat secara hukum melalui jalur Mahkamah Konstitusi.

Siapkan buktinya, gugat ke MK. Jangan beropini yang menyesatkan rakyat, jangan mengadu domba. Kita ini negara hukum, selesaikan secara hukum," tegas Ponglik yang juga Ketua Kongres Advokat Indonesia wilayah Bali ini.

Ponglek menegaskan, FAB mengapresiasi kinerja seluruh elemen pelaksana Pemilu, termasuk TNI dan Polri yang telah mengantarkan rakyat Indonesia melewati pesta demokrasi termegah ini dengan baik. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua