menu
search

Even THF, Suarakan Persatuan dan Membumikan Pancasila dari Tabanan

Selasa, 23 April 2019 : 13.56
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didamping Sekda, Asisten II dan Kadis Parwisata saat menggelar jumpa pers tentang Tabanan Harmoni Festival
TABANAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan berencana akan menggelar Tabanan Harmoni Festival (THF) selama dua hari, di panggung terbuka Garuda Wisnu Serasi (GWS) Taman Kota Tabanan, Bali, selama dua hari Jumat-Sabtu (26-27/4/2019).

Even yang mengusung thema "Harmony & Unity" membangun pariwisata daerah dalam keharmonisan dan kebersamaan ini juga dimaksudkan untuk menyuarakan persatuan dan membumikan Pancasila dari kota kecil Tabanan ke suluruh Indonesia.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengemukakan hal itu saat menggelar jumpa pers di De Sant Cafe, PD Dharma Santhika, Tabanan, Selasa (23/4/2019) siang.

"Festival ini bersinergi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama Tabanan (FKUB) akan diisi dengan pentas aneka seni budaya dari enam agama yaitu Hindu, Budha, Protestan, Katholik, Khonghucu dan islam dalam satu panggung yang sama," ujarnya.

Atraksi seni budaya yang akan ditampilkan nanti di antaranya adalah Tari Gandrung Banyuwangi, Kesenian Hadrah dan Rebana, Barong bangkung, Barongsay, Paduan Suara dan Seni Wushu. "Juga akan ditampilkan fragmen tarian yang menggambarkan kerukunan dari enam agama," katanya.

Menurut Bupati Tabanan, hal itu dilakukan agar bisa memberikan pesan untuk persatuan dalam harmoni. Bukan saja untuk warga Tabanan dan Bali, tapi untuk seluruh Indonesia, menyatukan kembali umat setelah Pemilu yang sempat terkotak-kotak.

"Nanti akan hadir juga Presidan Indonesia kelima, Ibu Megawati yang akan menyampaikan pidato kebangsaan dan menyaksikan Deklarasi Membumikan Pancasila," katanya.

Bupati menambahkan, digelarnya THF bukan saja karena Tabanan berhasil memperoleh Harmony Award namun lebih dari itu kita mesti lebih memaknainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam keseharian kita, hidup rukun dan berdampingan sudah menjadi komitmen bersama. Sekarang kita akan bergembira tampil bersama di satu panggung dalam nafas seni budaya dari enam agama,” jelasnya.

Disebutkan, THF yang baru kali pertama digelar ini diharapkan menjadi ajang simakrama, lebih merekatkan tali persaudaraan, wujud kerukunan antar umat beragama, antar etnis dan suku.

Melalui pagelaran seni ini dibangun suasana yang makin harmonis, sebagai energi untuk membangun Tabanan yang lebih maju dan berkembang, Tabanan yang Serasi sekaligus ajang ini untuk mempromosikan pariwisata yang sedang tumbuh dan berkembang di masyarakat serta membangkitkan ekonomi kerakyatan.

“Mudah-mudahan festival ini makin memperkuat semangat persaudaraan dan saling menghargai, sehingga perbedaan tidak merusak silaturrahmi yang telah kita bangun selama ini,” katanya berharap.

Ditambahkan, semangat THF seiring dengan semangat falsafah negara Pancasila. Sehingga even THF ini juga akan dijadikan sebagai media untuk Membumikan Pancasila di Tabanan. Membumikan Pancasila bisa dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana, termasuk melalui seni budaya.

“Bapak bangsa Bung Karno tegas mengatakan bahwa NKRI ini didirikan semua buat semua, bukan untuk satu golongan semata, namun untuk semua golongan,” tegasnya. Terkait hal itu, dalam ajang THF ini juga akan diberikan kesempatan kepada kaum millineal untuk ikut ambil bagian mengisi acara.

Membumikan Pancasila dikalangan muda ini menjadi penting mengingat menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah tugas dan tanggungjawab segenap komponen bangsa, termasuk kepada mereka kalangan milenial.

“Kita ketahui, kemajuan teknologi saat ini sudah tidak mungkin dibendung. Kalau tidak diantisipasi dengan baik dapat merusak nilai-nilai Pancasila. Untuk itu, semangat kebangsaan harus terus hidup dalam hati generasi muda kita,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, I Made Yasa menambahkan menjelaskan dipilihnya GWS sebagai tempat pagelaran THF guna lebih mempromosikan GWS sebagai destinasi wisata kota, yakni wisata pedestrian kota Tabanan.

Hal itu diungkapkan Yasa karena GWS merupakan panggung terbuka terbesar yang dimiliki Kabupaten Tabanan yang diresmikan setahun lalu, namun masih belum tersosialisasi dengan baik.

“Kami sengaja memilih GWS sebagai tempat pagelaran THF dengan tujuan mengenalkan tempat ini sebagai salah satu tujuan wisata kota sebagai tempat rekreasi keluarga. Selain pagelaran seni, pada even THF juga akan menghadirkan pelaku UMKM untuk membuka stand” pungkasnya. (gus)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua