Erupsi Gunung Agung, Hujan Abu Landa Sejumlah Wilayah di Bali

Minggu, 21 April 2019 : 07.25
ilustrasi/bmkg
Denpasar - Sejumlah wilayah di Bali dilaporkan mengalami hujan abu vulkanik sebagai dampak dari aktivitas erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Minggu (21/4/2019).

Adapun daerah yang sudah terpapar hujan abu tebal hingga tipis seperti di Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem yakni di Bukit Galah, Sebun, Telung Bhuana, Badeg Tengah, Badeg Dukuh, Perang Sari, Geriana Kauh, Tegeh Amertha Bhuana, Pura Pasar Agung Sebudi, Br. Pura Sebudi.

Hujan abu juga mengguyur Kecamatan Bebandem, persisnya di Br. Nangka, Br. Bukit Paon, wilayah Br.Butus bagian atas, Br. Yeh Kori Jungutan, Desa Sibetan bagian atas

"Paparan hujan abu juga terjadi di luar daerah Kabupaten Karangasem yaitu Kabupaten Bangli dan Klungkung," tutur Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem IB Ketut Arimbawa dalam keterangan tertulisnya.

Dengan kondisi seperti itu, pihaknya meminta warga tidak panik. Arimbawa menambahkan, TIM TRC dipimpin Kasi. Kedaruratan dan Logistik bergerak ke lokasi terdampak hujan abu untuk pembagian masker dan assessment dampak erupsi serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

Bagi masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder.

"Ancaman bahaya itu berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak," sambungnya. Kata Arimbawa, area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Warga di Karangasem memakai masker setelah diguyur hujan abu vulkanik Gunung Agung/bpbd karangasem
Hujan abu dalam skala tipis juga dilaporkan sudah sampai di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Sejumlah warga melihat paparan abu menempel pada kendaraan dan rumah seperti di Nusa Dua,

Diketahui, erupsi Gunung Agung kembali terjadi 21 April 2019 pukul 03:21 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi ± 2 menit 55 detik.

Di pihak lain, Communication and Legal Section Head Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrochim menyampaikan, sejauh ini, dampak erupsi Gunung Agung belum sampai mengganggu aktivitas penerbangan.

Pihaknya akan terus memantau setiap perkembangan erupsi Gunung Agung dari laporan BMKG sembari mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru