menu
search

Dua Kapal Penangkap Ikan Vietnam Ditangkap di Perairan Natuna Utara

Rabu, 03 April 2019 : 23.30
Kapal perikanan berbendera Vietnam ditangkap tim Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 011 KKP/hms KKP
Jakarta - Dua kapal perikanan asing (KIA) berbendera Vietnam ditangkap Tim Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 011 di wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) Laut Natuna Utara Selasa (2/4).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Agus Suherman, mengungkapkan, kedua kapal tertangkap tangan saat sedang melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI.

Kapal tersebut, tanpa dilengkapi dengan izin dari Pemerintah Indonesia serta menggunakan alat tangkap dilarang pair trawl.

"Penangkapan dilakukan, Selasa (2/4) sekitar pukul 17.58 WIB atas kapal BV 92468 TS dengan jumlah Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak 8 (delapan) orang berkewaganegaraan Vietnam; dan BV 92467 TS dengan jumlah ABK 3 (tiga) orang warga negara Vietnam,” ujarnya.

"Saat ini, dua kapal dan seluruh ABK warga negara Vietnam tersebut dikawal menuju Satuan Pengawasan (Satwas) Natuna, Kepulauan Riau, dan diperkirakan tiba pada Kamis (4/4) sekitar pukul 02.00 WIB," tutur Suherman dalam keterangan tertulisnya, Rabu 3 April 2019.

Selanjutnya akan dilakukan proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Berdasar hasil pemeriksaan awal, kapal-kapal tersebut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Penangkapan 2 (dua) kapal tersebut menambah deretan kapal perikanan ilegal yang berhasil ditangkap KKP selama 2019.

Sejak Januari hingga saat ini, KKP berhasil menangkap 23 (dua puluh tiga) kapal perikanan ilegal, yang terdiri dari 18 KIA dan 5 Kapal Perikanan Indonesia (KII). Dari total KIA yang ditangkap, 11 di antaranya merupakan kapal berbendera Vietnam dan 7 lainnya kapal berbendera Malaysia. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua