Diageo Indonesia Kampanyekan Don’t Drink and Drive di Bali

Rabu, 24 April 2019 : 07.30
Diageo Indonesia gencar kampanyekan “Don’t Drink and Drive termasuk di Bali
Tabanan – Sebagai perusahaan minuman beralkohol dan salah satu penyuling terbesar di dunia, Diageo Indonesia gencar kampanyekan “Don’t Drink and Drive” termasuk di Bali. Kini untuk pertama kalinya digelar Pelatihan Mengemudi Defensif bagi puluhan karyawan.

Corporate Relations Director Diageo Indonesia Dendy A. Borman menjelaskan, pelatihan ini selama 3 hari (22 s/d 24 April 2019). Karena ini baru awal dan proyek pertama sehingga mulai dari karyawan Diageo.

"Intinya dalam pelatihan ini diharapkan bisa membentuk sikap dan perilaku yang baik dalam mengemudi," jelas Dendy, Selasa (23/4/2019). Bali menjadi tempat pelatihan pertama kali bersama para karyawan Diageo Indonesia yang berlokasi di Tabanan.

Pelatihan ini bertujuan mengubah perilaku dan pola pikir saat mengemudi kendaraan bermotor secara aman, tertib, dan berempati terhadap pengguna jalan lainnya setiap saat berada di jalan raya.

Aktivitas ini salah satu dari program edukasi ‘Don’t Drink and Drive’ yang merupakan bagian dari komitmen Diageo Indonesia dalam menyebarluaskan sikap ‘minum yang bertanggungjawab’ yang terus dilakukan oleh Diageo secara global.

Dendy mengatakan, untuk mewujudkan misi menjadi perusahaan barang konsumsi yang dipercaya dan dihormati, pihaknya gencar mempromosikan sikap responsible drinking (minum yang bertanggungjawab) dan bekerjasama dengan pemerintah, pembuat kebijakan.

Takm kalah pentingnya, dengan pemangku kepentingan lainnya untuk mengurangi isu penyalahgunaan minuman beralkohol dan berbagi informasi serta best practices kepada masyarakat luas.

“Tidak terkecuali kepada karyawan yang kami percaya punya tanggung jawab dan kekuatan untuk memberi pengaruh yang baik bagi masyarakat di sekitarnya," tegasnya. Caranya, mempraktekkan dan menyebarkan informasi tentang ‘perilaku mengemudi defensif’ khususnya saat berada di jalan raya.

"Pemberian pelatihan kepada karyawan Diageo Indonesia di Bali adalah bentuk komitmen kami untuk meningkatkan sikap ‘minum yang bertanggungjawab’ dari dalam," papar Dendy.

Karyawan adalah duta perusahaan dalam mempromosikan sikap minum yang bertanggungjawab, tidak mengemudi setelah mengonsumsi alkohol, termasuk mempromosikan sikap yang baik dan bertanggungjawab saat mengemudi.

Diageo memiliki jejak rekam yang panjang dalam upaya mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan minum minuman beralkohol berlebihan. Program edukasi Don't Drink and Drive juga melibatkan konsumen yang cukup umur (di atas 21 tahun) untuk tidak pernah berkendara setelah mengonsumsi minuman beralkohol.

Di tingkat global, Diageo terus menggelar kampanye ‘Join the Pact’ untuk mencegah masyarakat dari kebiasaan minum minuman beralkohol sambil mengemudi yang faktanya telah ditandatangani oleh lebih dari lima juta orang di seluruh dunia.

Selain itu, Diageo meningkatkan peran para frontlines, para Bartender, untuk mempromosikan sikap ‘minum yang bertanggungjawab’ melalui program ‘Diageo Bar Academy’ yang telah diikuti oleh lebih dari 500 bartender di Indonesia tahun 2018 lalu.

Diageo yakin bahwa kecelakaan lalu lintas adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius dan penyebab utama kematian dan cedera di seluruh dunia setiap tahun.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa mengemudi saat berada di bawah pengaruh alkohol meningkatkan risiko terlibat dalam kecelakaan lalu lintas, tidak hanya dengan pengendara lain tetapi juga dengan pejalan kaki.

Pelatihan mengemudi defensif oleh Diageo Indonesia ini digelar bekerjasama dengan lalintas.com, untuk melatih para karyawan meningkatkan kesadaran dan sikap positif saat mengendarai mobil maupun motor.

Untuk diketahui, pelatihan tentang mengemudi defensif menekankan pada teknik-teknik yang benar saat mengemudi atau sebagai penumpang, serta menggarisbawahi pemahaman tentang aturan-aturan lalu lintas yang penting, serta kesadaran akan situasi di sekitar.

Pelatihan pertama ini melibatkan 50 karyawan di kantor Diageo Indonesia di Bali, sebuah awal yang baik untuk mempromosikan mengemudi yang aman dan menghindari kecelakaan.

Diageo Indonesia terus meningkatkan kerjasama yang baik dengan para pemangku kepentingan untuk selalu memastikan berlangsungnya praktik minum dan penjualan yang bertanggung jawab.

"Kami akan terus memperluas jangkauan kampanye ini dan melakukan lebih banyak inisiatif melalui edukasi Don’t Drink and Drive kepada para konsumen untuk memastikan konsumen kami menikmati minuman beralkohol secara bijak dan bertanggungjawab,” tutup Dendy.

Edukasi Don’t Drink and Drive adalah salah satu bagian dari kampanye Drink Positive 2.0 yang merupakan wujud tanggung jawab Diageo sebagai pelaku usaha di industri minuman beralkohol untuk terus menyebarkan pesan pentingnya minum minuman beralkohol secara bertanggung jawab. (mal)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru