Citibank dan PJI Dorong Pelajar SD Denpasar Kelola Uang Era Digital

Senin, 15 April 2019 : 19.05
Money literacy di SD 18 Pemecutan Denpasar
Denpasar - Para pelajar SDN 18 Denpasar mulai belajar mengelola keuangan sejak dini sebagai bagian literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

Program yang digelar Citi Indonesia (Citibank) melalui payung seluruh kegiatan CSR-nya, Citi PeKa (Peduli dan Berkarya) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) telah menyasar total 3.608 siswa sekolah dasar di 5 kota Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan Denpasar.

Mereka sebagai penerima manfaat program Digital Financial Literacy for Children tahun 2018-2019.

Citibank bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) melanjutkan komitmennya untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia dengan mengimplementasikan program Digital Financial Literacy for Children bagi siswa sekolah dasar kelas 3, 4, dan 5.

Khusus untuk Denpasar. Untuk meningkatkan manfaat dari program tersebut, 100 orang tua siswa SDN 18 Pemecutan.

Denpasar memperoleh edukasi seputar pentingnya mengajarkan pengelolaan uang kepada anak di tengah tingginya paparan budaya konsumtif melalui teknologi dalam kegiatan Citi Parenting Talkshow bertajuk “Cerdas Finansial di Era Digital” pada, Senin (15/4/2019).

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki mengutarakan perhatian besar Citibank untuk membangun komunitas yang berkembang dengan memiliki kapasitas keuangan yang baik dan berkelanjutan.

“Untuk mencapai kesejahteraan finansial, setiap individu perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai uang, membuat keputusan finansial yang cermat, dan mengelola uang dengan bijak sedari dini," tutur Elvera.

Melalui program literasi keuangan berbasis digital ini, anak-anak belajar tentang konsep dasar keuangan dengan pendekatan interaktif yang aman, komprehensif dan menyenangkan.

Pihaknya juga mengajak orang tua dan guru untuk bersinergi membangun karakter dan budaya kelola uang pada anak di rumah dan di sekolah.

Program ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menggalakkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif ( SNKI). Tanpa disadari, kehadiran teknologi dapat membentuk budaya konsumtif melalui paparan informasi yang menjadi pemicu untuk berbelanja.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, sebanyak 45,14% masyarakat Indonesia menggunakan internet untuk mencari informasi harga dan 32,19% untuk berbelanja online.

Fenomena ini terjadi di tengah rendahnya tingkat literasi keuangan dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan. Dalam hal pengelolaan keuangan, 54,9% masyarakat Indonesia menyusun anggaran keuangan bulanan.

Namun, hanya 30,7% dari angka tersebut yang berkomitmen untuk melaksanakan perencanaan keuangan. Melihat fakta ini, maka orang tua harus menyadari untuk memperbaiki pengelolaan keuangan keluarga dan mulai melatih keterampilan anak kelola uang sejak dini.

Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner mengungkaplan, usia anak-anak merupakan momen tumbuh kembang yang di dalamnya penting untuk ditanamkan nilai-nilai dasar finansial.

Dalam program ini, anak-anak belajar bahwa orang tua mereka perlu bekerja atau berwirausaha untuk memperoleh uang.

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki memberikan keterangan pers
Oleh karenanya, mereka perlu cermat dalam mengelola uang saku yang diberikan dengan menabungkan sebagiannya dan membelanjakan sisanya untuk hal-hal yang dibutuhkan.

Sejak tahun 2017, Program Digital Financial Literacy for Children telah menjangkau 8.655 siswa-siswi dari 31 sekolah dasar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Denpasar.

Kami berharap kemitraan antara PJI dan Citibank ini dapat memberikan manfaat kepada lebih banyak anak Indonesia di masa mendatang. Pada sesi parenting talkshow, Psikolog Anak dan Keluarga Roslina Verauli M.Psi.,Psi., berbagi kiat mendidik anak menjadi cerdas finansial di era digital.

“Anak-anak masa kini lebih mudah terpicu untuk menginginkan serta membeli barang karena kekurangpahaman pada makna uang sesungguhnya dan diperburuk dengan gencarnya paparan iklan melalui perangkat teknologi," tuturnya.

Orang tua dapat mengajarkan kepada anak dengan cara-cara yang sederhana. Mulailah dengan mengenalkan uang secara fisik sembari mengajarkan bahwa uang memiliki nilai yang dapat ditukarkan dengan suatu hal.

Pada usia anak yang lebih tinggi, ajak anak ke pasar untuk melihat adanya transaksi uang, ajar anak untuk mencatat pengeluaran, dan kenalkan rekening tabungan di bank.

Namun, orang tua juga harus menjadi teladan bagi anak dalam mengelola uang. Hal ini penting karena pola pikir dan perilaku anak terbentuk dari apa yang mereka lihat dan alami di rumah.

Program Digital Financial Literacy for Children merupakan edukasi finansial bagi siswa sekolah dasar yang digagas oleh Prestasi Junior Indonesia bersama Citi Indonesia serta didukung pendanaan dari Citi Foundation.

Di kelas, para siswa diberikan pengetahuan mengenai pentingnya menabung, memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, mengenali metode pembayaran yang tersedia di pasar, serta mempelajari pengetahuan kewirausahaan tingkat dasar dengan cara yang menyenangkan dan interaktif melalui gawai.

Selain itu, bankir muda yang tergabung dalam Citi Volunteers turut terlibat di dalam kelas untuk membantu siswa menyelesaikan tiga modul kegiatan yang bertema “Keluarga Kami”, “Daerah Kami”, dan Kota Kami”. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru