Bayar Hutang Klaim Rumah Sakit, BPJS Kesehatan Siapkan Rp11 Triliun

Selasa, 16 April 2019 : 18.31
Kabid Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Novita Mustika Rini didampingi Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Tendy Gilbery Rantung dan Verifikator Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Denpasar IGA Ayu Wulan Kristiaan Konferensi pers
Denpasar - Guna membayar hutang klaim jatuh tempo kepada rumah sakit pihak BPJS Kesehatan telah menggelontorkan dana total mencapai Rp11 Triliun.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Parasamya Dewi Cipta menjelaskan, di luar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out," tutur Parasamya dalam keterangan resminya, Selasa (16/4/2019).

Untuk urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan BPJS Kesehatan. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu.

"Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan," katanya.

Parasamya menjelaskan, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya.

Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

"Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini," sambungnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan seluruh kantor cabang, sehingga masing-masing kantor cabang bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi.

Ia berharap pihak RS dapat kian optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

"Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman," ucap Parasamya.

Parasamya juga menginformasikan bahwa Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja.

Ia mengatakan, apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama. Menurutnya, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

"Ke depannya, Insya Allah pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS ini dan pelayanan maaf serta apresiasi atas kerja sama, pengertian dan kesabarannya selama ini," imbuh Parasamya.

Dalam kesempatan konferensi pers, Kabid Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Novita Mustika Rini menambahkan, khusus di wilayah kerja Kantor Cabang Denpasar terdapat 347 FKTP dan 52 FKRTL yang telah dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan setempat.

"Adapun total pembayaran yang dilakukan KC Denpasar adalah sebesar Rp 244.276.140.463 sepanjang bulan April 2019," sebutnya didampingi Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Tendy Gilbery Rantung dan Verifikator Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Denpasar IGA Ayu Wulan Kristiaan. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru