menu
search

Bantuan Budidaya Perikanan, KKP Siapkan Pinjaman Bunga Lunak 3 Persen

Rabu, 10 April 2019 : 08.11
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahurrohman dan Ponpes Miftahul Amanah di Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa 9 April 2019/humas kkp
Banjar - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti siap membantu permodalan bagi masyarakat atau kelompok tani membudidayakan hasil kelautan dan perikanan dengan pinjaman bunga lunak sebesar 3 persen.

Susi menyampaikan hal itu, saat Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina (Gemasatukata) di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahurrohman dan Ponpes Miftahul Amanah di Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa 9 April 2019.

Dalam rangka mendukung kebiasaan baik tersebut, Menteri Susi menyebut KKP siap memberikan bantuan sarana budidaya berupa teknologi budidaya sistem bioflok, benih ikan, pakan ikan, maupun mesin pakan ikan mandiri.

Selain itu, KKP juga menyediakan bantuan permodalan melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) bagi masyarakat yang tertarik membuka usaha budidaya maupun pengolahan hasil kelautan dan perikanan.

"Bantuan permodalan ini dalam bentuk pinjaman dengan bunga lunak, 3 persen saja," sebut Susi. Untuk itu, dipersilakan masyarakat membentuk kelompok atau koperasi dan mendaftarkan usaha budidaya atau pengolahan kerupuk ikan, bakso ikan, dan sebagainya.

Dalam kunjungan itu, Susi didampingi Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto dan Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina menyerahkan bantuan budidaya dan ikan segar.

Turut hadir Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih, Wakil Walikota Banjar Nana Suryana Mahesa, dan Ketua DPRD Kota Banjar Dadang R. Kalyubi.

Di Ponpes Miftahurrohman, Susi juga menyerahkan bantuan 12 lubang budidaya nila sistem bioflok, 30.000 ekor benih nila, 1.000 kg pakan mandiri, dan 1 ton ikan konsumsi. Sedangkan di Ponpes Miftahul Amanah diserahkan 1 ton ikan segar konsumsi.

Kegiatan di Ponpes Miftahurrohman diawali makan bersama menu masakan ikan oleh sekitar 500 santri dan 1.500 masyarakat umum yang hadir bersama Menteri Susi.

Mengawali sambutannya, Menteri Susi mengungkapkan, selain memiliki kebijakan pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing, pemerintah juga memiliki program pengentasan stunting (gangguan pertumbuhan manusia).

Menurutnya, tak hanya berkutat melawan IUU Fishing yang banyak terjadi di bagian barat, utara, dan timur Indonesia, pemerintah juga gencar mengampanyekan Gemarikan dan Gemasatukata ke berbagai daerah Indonesia.

Ini merupakan upaya pemerataan. Kita ingin setiap warga negara Indonesia dapat menikmati kandungan gizi dari ikan melalui bantuan budidaya maupun ikan konsumsi secara langsung.

"Oleh karena itu, KKP telah melakukan kunjungan ke berbagai daerah. Di Jawa Barat sendiri, dalam beberapa hari ke depan kita akan terus berkeliling," papar Menteri Susi.

Ikan diharapkan menjadi salah satu sumber protein utama dalam pola konsumsi masyarakat. Pasalnya, berdasarkan penelitian di 2014, 1 dari 3 anak Indonesia tumbuh stunting akibat kurangnya gizi pangan yang dikonsumsi.

"Kalau kita cuma makan nasi, singkong, sayuran, nanti ngantuk saja terus bawaannya. Belajar jadi tidak semangat," cetus Menteri Susi.

"Kalau mau besar-besar, perbanyak makan ikan, pelihara di rumah masing-masing, utamakan untuk konsumsi sendiri dulu. Kalau makan, lauk ikannya dibanyakin, nasinya sedikit saja, biar tidak ngantuk," seru Menteri Susi.

Menteri Susi juga mengapresiasi kebiasaan membudidayakan ikan yang dilakukan masyarakat sekitar.

"Saya senang dengan budaya, kultur, tradisi orang Sunda yang senang budidaya ikan baik di kolam, saluran air, bak-bak rumah. Ini adalah sesuatu yang bagus dan tolong dilanjutkan," pujinya.

Menteri Susi menyarankan masyarakat untuk belajar membuat pakan ikan sendiri agar lebih hemat biaya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua