Triwulan Pertama 2019, BI Proyeksikan Ekonomi Bali Tumbuh Melambat

Rabu, 27 Maret 2019 : 00.00
ilustrasi/net
Denpasar- Berdasar hasil diseminasi hasil Kajian Ekonomi Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Bali Triwulan I 2019 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali diperkirakan ekonomi Bali tetap tumbuh kuat meskipun cenderung melambat.

"Kisaran pertumbuhannya antara 6,10 persen hingga 6,50 persen (yoy)," ungkap Deputi Direktur BI KPw Bali, Sapto Widyatmiko saat memaparkan, diseminasi yang mengusung tema “Strategi dan Kebijakan dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Digital di Wilayah Bali” digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (26/3/2019).

Diseminasi hasil Kajian Ekonomi Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Bali Triwulan I 2019, merupakan salah satu bentuk perhatian Bank Indonesia dalam melakukan upaya-upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Bali. 

Sapto menuturkan diseminasi membahas tentang hasil kajian kinerja ekonomi Bali pada triwulan I 2019. Ini adalah kegiatan untuk mendiseminasikan hasil kajian keuangan dan ekonomi regional pada bulan Februari 2019.

“Ini kita sampaikan karena kita ingin supaya semua stakeholder di Bali itu bisa memanfaatkan hasil kajian kami yang ditunjukan untuk kepentingan provinsi Bali itu sendiri,” tuturnya.

Berdasarkan data, ekonomi Bali di tahun 2018 mengalami akselerasi kinerja dengan tumbuh sebesar 6,35 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sebesar 5,57 persen (yoy).

Pada triwulan I 2019, ekonomi Bali diperkirakan tetap tumbuh kuat, meskipun cenderung melambat, dengan kisaran 6,10 persen hingga 6,50 persen (yoy).

Sapto memaparkan, beberapa faktor penyebab perlambatan adalah telah berakhirnya periode pariwisata Bali, prakiraan melambatnya kinerja ekonomi mitra dagang utama dunia

Mitra dagang itu, terutama Amerika Serikat dan Australia, serta telah selesainya pengerjaan sebagian besar proyek kontruksi yang terkait dengan IMF-WB AM 2018.

Disebutkan, pada triwulan pertama di 2019 kami perkirakan tidak setinggi dengan triwulan ke empat 2018. Tapi kita mengharapkan nanti ada peningkatan di triwulan berikutnya.

Guna mendongkrak perekonomian Bali tahun 2019 dilakukan dengan mengembangkan ekonomi digital. Ekonomi digital ini adalah sebuah alat yang bisa memperbaiki, mempercepat proses.

Di beberapa negara, ekonomi digital ini cepat sekali dan bisa membantu pertumbuhan ekonomi.

Dia meyakini, ekonomi digital akan lebih tinggi dibandingkan dengan cara konvensional. Dengan adanya ekonomi digital ini paling tidak lebih efisien, cepat dan lebih transparan dengan adanya proses digital ini.

Masyarakat diharapkan, bisa mendukung pengembangan ekonomi digital untuk meningkatkan perekonomian Provinsi Bali.

“Mengingat efek digital sudah semakin banyak masuk dalam kehidupan, serta kami harapkan nanti ekonomi digital bagi Bali bisa mendukung pertumbuhan perekonomian yang lebih cepat, lebih banyak lingkupnya dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Narasumber dihadirkan dalam diseminasi kali ini dari Gojek dan Ernst&Young, yakni sebuah firma jasa multinasional. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru