Simpan Peluru, Petugas Amankan Turis Mexico di Bandara Ngurah Rai

Senin, 25 Maret 2019 : 18.46
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali
Badung – Personel Aviation Security Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengamankan penumpang berkebangsaan Mexico yang kedapatan membawa sepuluh peluru aktif.

General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali Haruman Sulaksono mengungkapkan penumpang berinisial JFIV, berupaya membawa serta barang-barang prohibited items ke dalam pesawat.

Peristiwa terjadi Senin (25/3/2019, JFIV terpaksa harus berurusan dengan Aviation Security bandar setelah kedapatan membawa serta barang prohibited items berupa 10 butir peluru aktif yang disimpan dalam sebuah koper.

“Pagi tadi, personel Aviation Security Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali kembali menahan seorang penumpang rute internasional kedapatan membawa sepuluh butir peluru aktif di dalam koper,” ujar Haruman dalam keterangan tertulisnya.

Haruman mengungkapkan, kronologi kejadian bermula saat pelaku diketahui menumpang maskapai penerbangan JetStar Asia dengan nomor penerbangan 3K-244, hendak terbang meninggalkan Bali dengan tujuan Singapura.

Sesuai prosedur standar keamanan penerbangan, penumpang memasukkan koper ke dalam mesin x-ray nomor 2 yang terletak di pre-screening wing barat Terminal Keberangkatan Internasional. Pada saat melewati mesin _x-ray_, personel Aviation Security menemukan kejanggalan di dalam koper berwarna merah hati.

Petugas lanjut melakukan pemeriksaan manual mendetail terhadap koper bawaannya. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan prohibited item berupa peluru aktif sejumlah 10 butir yang disimpan dalam sebuah kantong plastik bening.

“Selanjutnya, penumpang dibawa ke posko keamanan di lantai 3 Terminal Internasional untuk dimintai keterangan," imbuhnya. Dari pengakuan pelaku, koper tersebut merupakan milik ayahnya dan dia tidak mengetahui bahwa terdapat peluru di dalam koper.

"Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, penumpang yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan dokumen maupun surat izin untuk membawa peluru aktif tersebut,” lanjut Haruman.

Peluru aktif, termasuk senjata api, merupakan barang yang diatur secara ketat dalam penerbangan, karena dikategorikan sebagai barang berbahaya atau dangerous goods.

Sesuai regulasi yang mengatur tentang tata cara membawa serta peluru dan senjata api ke dalam pesawat adalah Peraturan Menteri Perhubungan No. 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.

Juga, Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. SKEP/100/VII/2003 tentang Petunjuk Teknis Penanganan Penumpang Pesawat Udara Sipil yang Membawa Senjata Api Beserta Peluru dan tata Cara Pengamanan Pengawalan Tahanan dalam Penerbangan Sipil.

Mengacu regulasi, penumpang yang membawa serta senjata api dan peluru aktif wajib melapor kepada petugas pengamanan bandar udara untuk selanjutnya disampaikan kepada petugas check-in counter untuk proses lebih lanjut.

Senjata api dan peluru aktif akan diperlakukan sebagai security item dan dangerous goods. Penumpang yang membawa barang tersebut juga diwajibkan memperlihatkan surat izin penguasaan dan/atau kepemilikan senjata api dan/atau peluru yang dikeluarkan dari instansi yang berwenang.

Penumpang yang membawa peluru aktif juga dibatasi, dengan hanya diizinkan untuk membawa maksimal 12 butir peluru per orang. Untuk penanganan selanjutnya, Aviation Security berkoordinasi dengan pihak Custom dan Kepolisian Kawasan Udara Ngurah Rai. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru