Rudiantara: Ekonomi Digital Lanjutkan Pesan Gotong Royong Presiden Soekarno

Sabtu, 30 Maret 2019 : 23.00
Menkominfo Rudiantara dan Deputi V Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardani hadir dalam diskusi yang digelar KSP di Jakarta
Jakarta- Ttend digital kini makin mengubah dunia dan sejatinya itu melanjutkan pesan gotong royong yang digaungkan Presiden pertama Soekarno .

Pancasila tidak pernah lekang oleh perubahan jaman. Tidak terkecuali saat trend digital mulai mengubah dunia. Bagi masyarakat millenial, gotong royong bisa dirasakan sebagai ‘shared economy’.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengungkapkan shared economy merupakan bentuk gotong royong dalam ekonomi digital.

"Ekonomi digital sekarang sebenarnya melanjutkan pesan goyong royong dari Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno," tegas Rudiantara  dalam diskusi yang digelar di Kantor Staf Presiden, Jumat 29 Maret /2019.

Diskusi bersama media itu mengambil tema “Pancasila sebagai Ideologi Kreatif”. .

"Bung Karno pernah mengatakan “Gotong Royong adalah paham yang dinamis,” kata Rudi mengutip. Prinsip tersebut terasa dalam industri digital saat ini.

Saat ini makin jarang orang membeli tiket pesawat di travel agen atau pesan hotel dengan perantara travel agen.

Kini. semua sudah diurus dalam aplikasi. Mereka bekerja dalam kolaborasi mulai dari dapur hingga ujung tombak. Startup seperti ini merupakan bentuk kreatif dari Pancasila.

“Saya yakin, semua sudah dipermudah dengan gadget-nya masing-masing,” katanya.

Kolaborasi atau gotong royong ini disalurkan melalui ekonomi digital. Bayangkan apabila seluruh lapisan sudah berkolaborasi dengan baik. Kemudian, jumlah yang kolaborasi juga banyak. Indonesia akan semakin berkembang dalam dunia ekonomi.

Pemahaman lanjut dari Pancasila itu menjadi topik dalam diskusi yang juga menghadirkan narasumber Dr. Karjono (Sekretaris Utama BPIP), Ahmad Alamsyah Saragih (Anggota Ombudsman RI), dan Dr. Awaludin Tjalla (Kapuskur Kemendikbud RI). Bertindak sebagai moderator dalam diskusi tersebut Deputi V Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardani.

Ahmad Alamsyah Saragih dari Ombudsman mengingatkan, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi era perubahan. Bukan hanya perubahan fisik tetapi juga perubahan nilai.

“Jadi pemerintah, dalam hal ini melalui Kemenkominfo dan Kemendikbud, bertugas bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun nilai,” katanya mengingatkan.

Dalam kesempatan  tersebut, . Awaludin menyampaikan komitmen pemerintah untuk menguatkan Pancasila. Termasuk dalam bidang pendidikan. Pancasila sebagai ideologi negara tetap akan diajarkan dan dipahami di sekolah.

“Hal ini juga sekaligus mencegah ideologi transnasional masuk ke sekolah dan mempengaruhi anak-anak didik dan lebih jauh masyarakat kita,” kata Awaludin.

Sementara Dr. Karjono selaku, Sestama BPIP, menyampaikan pentingnya menjaga semangat dan komitmen bersama dalam mengamalkan Pancasila.

“Pemerintah berada di garda terdepan untuk menjaga, menjalankan, dan membumikan Pancasila,” katanya. (rhm)


Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru