Rangkaian Nyepi, Pemkot Denpasar Gelar Tawur Agung Kesanga

Rabu, 06 Maret 2019 : 21.58
Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama pejabat lainnya mengikuti upacara Tawur Kesanga rangkaian perayaan Hari Nyepi
Denpasar - Sebagai rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi, Pemerintah Kota Denpasar menggelar ritual “Tawur Agung Kesanga” di Lapangan Puputan Badung I Gusti Made Agung, Rabu (6/3/2019). Upacara Tawur Agung Kesanga dihadiri Wali Kota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra beserta seluruh OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta masyarakat.

Upacara diawali penampilan tari Baris Poleng dilanjutkan tari Rejang Dewa dan Rejang Renteng yang dibawakan Ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar serta WHDI Kota Denpasar.

Wali Kota Rai Mantra mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesucian Nyepi. Mulai dari pelaksanaan pengerupukan terutama saat mengarak ogoh-ogoh. Dia mengharapkan semua pihak turut menjaga kesucian Nyepi sehingga pelaksanaan catur berata penyepian bisa dilaksanakan dengan baik.

"Jangan sampai saat mengarak ogoh-ogoh menggunakan sound system apalagi meminum minuman keras,” katanya mengingatkan. Panitia upacara Cok Putra Wisnu Wardana mengatakan “Tawur Agung Kesanga” tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya sarana upacara ritual yang digunakan.

Upacara dilaksanakan ini merupakan tingkatan utama dengan menggunakan berbagai jenis “ulam caru” atau daging ritual, yakni untuk arah timur menggunakan “ulam angsa”.

Kemudian, di utara menggunakan “ulam banteng”, barat daya (ulam kuluk belang bungkem), barat (ulam kambing), di utara (ulam babi butuan) dan di tengah menggunakan “ulam bebek belang kalung dan kerbau”.

jumlah “Sulinggih” atau Rohaniawan Hindu yang memimpin puncak pelaksanaan “Tawur Agung Kesanga”, yakni enam Sulinggih yang berasal dari berbagai unsur. Keenam Sulinggih tersebut yang terdiri dari Sulinggih Siwa, Budha, Senggu, Rsi Bujangga, Empu Pande, dan Dukuh.

“Jadi total enam Sulinggih yang muput Karya Tawur Agung Nyepi Caka 1941 tahun 2019,” papar Cok Putra Wisnu Wardana

Tawur Agung bertujuan menetralisir pengaruh “bhuta kala” atau unsur negatif (jahat) sebagai upaya harmonisasi ketiga unsur, yakni “parahyangan, palemahan dan pawongan” yang merupakan implementasi “Tri Hita Karana” atau keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru