menu
search

Puncak Earth Hour, Bandara Ngurah Rai Matikan Penerangan Selama Satu Jam

Jumat, 29 Maret 2019 : 15.22
GM Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Haruman Sulaksana saat aksi bersih-bersih pantai memperingati Earth Hour atau jam bumi
Denpasar - Dalam memperingati Earth Hour (Jam Bumi) tahun ini BandaraI Gusti Ngurah Rai Bali akan mematikan lampu hingga 60 menit di beberapa titik luar area publik yang tidak mengganggu operasional bandara.

General Manager Angkasa Pura 1 (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksana mengungkapkan, aksi konkrit tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian bumi dan hemat energi.

"Puncak dilakukan besok malam sekira pukul 20.00 Wita, peringatan earth hour secara korporasi AP1 (Persero) dipusatkan di Bandara Hasanudin," terang Haruman di sela aksi bersih-bersih di Pantai Kuta, Badung, Jumat (29/3/2019).

Peringatan nanti ditandai dengan gerakan mematikan lampu penerangan maupun peralatan elektronik lainnya yang diikuti serantak di 12 bandara di bawah pengelolaan API 1. Gerakan mematikan lampu selama satu jam, juga bagian dari upaya penghematan energi.

"Secara serentak kita matikan lampu antara 30 sampai 60 menit," sebut Haruman.

Hanya saja, lampu yang dimatikan di area- aera yang tidak menggangu aktivitas publik seperti di ruangan administrasi, karena tidak mungkin mematikan listrik di fasilitas-fasilitas publik kerena akan berdampak kepada pelayanan umum.

Masih dalam rangkaian peringatan earth hour, pihaknya menantang dan mengajak semua pihak untuk lebih peduli kepada lingkungan seperti membersihkan pantai-pantai di Bali mulai Kuta, Nusa Dua dan Sanur.

Keindahan dan kebersihan pantai di Bali harus tetap dipertahankan sehingga membuat wisatawan merasa nyaman. Aksi konkrit yang dalam waktu dekat, dengan membersihkan areal bandara, dari sampah khususnya plastik, agar tidak mengganggu kebersihan dan keindahan bandara.

"Kita harus tetap pertahankan semuanya, apalagi, Bandara Ngurah Rai terus membangun dan melakukan pembenahan meningkatkan kapasitas dalam memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat atau pelanggan baik wisatawan domestik maupun internasional," demikian Haruman. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua