Perkuat Struktur Permodalan, Merdeka Copper Gold Segera Terbitkan Saham Baru

Selasa, 12 Maret 2019 : 22.02
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Merdeka Copper Gold Tkb di Jakarta
Jakarta - Guna lebih memperkuat struktur permodalan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) PT Merdeka Copper Gold Tbk (“MDKA” atau “Perseroan”) menyepakati rencana manajemen untuk penerbitan saham baru.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) PT Merdeka Copper Gold Tbk (“MDKA” atau “Perseroan”) menyepakati rencana manajemen untuk penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“PMHMETD II”) atau Right Issue II dengan menerbitkan maksimal 470 juta saham baru.

Juga disetujui penambahan modal tanpa memberikan HMETD (“PMTHMETD”) atau Non Pre-Emptive Rights dengan menerbitkan maksimal 416 juta saham baru, atau maksimum 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor.

"Penerbitan saham baru ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan," ujar Presiden Direktur MDKA, Tri Boewono dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin 11 Maret 2019.

Penerbitan saham baru ini merupakan langkah strategis Perseroan guna mendapatkan alternatif sumber pendanaan bagi kepentingan Perseroan dan anak perusahaan untuk memperkuat struktur permodalannya.

“Penerbitan saham baru ini merupakan upaya manajemen untuk terus memperkuat bisnis perseroan. Dana hasil penerbitan saham baru melalui PMHMETD II rencananya akan digunakan untuk belanja modal," tutur Tri usai RUPSLB.

Selain itu, untuk pembayaran kembali kewajiban keuangan dan modal kerja Perseroan dan/atau anak usaha Perseroan.

"Sedangkan dana diperoleh melalui penerbitan saham baru melalui PMTHMETD II rencananya akan digunakan untuk belanja modal dan modal kerja Perseroan dan/atau anak usaha Perseroan” sambung Tri.

Dalam RUPSLB, menyetujui mata acara pertama yaitu penerbitan saham baru melalui PMHMETD II atau Right Issue II dengan jumlah maksimal 470 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Bagi pemegang saham MDKA yang tidak melaksanakan HMETD yang dimilikinya dalam PMHMETD II, maka kepemilikan pemegang saham akan terdilusi dengan jumlah keseluruhan maksimum sebesar 10,14%.

Sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB sehubungan dengan PMHMETD II sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan.

Dengan begitu. perseroan berencana untuk melaksanakan penambahan modal dalam periode 12 bulan tersebut.

Kemudian, RUPSLB juga menyetujui mata acara kedua yaitu penerbitan saham baru melalui PMTHMETD atau non pre-emptive rights dengan jumlah maksimal 416,45 juta saham atau maksimal 10% dari modal disetor dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Usai pelaksanaan PMTHMETD menjadi efektif, persentase kepemilikan saham dari masing-masing pemegang saham Perseroan saat ini akan mengalami penurunan (dilusi) sebesar 9,09%, akan tetapi jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham Perseroan saat ini tidak akan terpengaruh oleh pelaksanaan PMTHMETD.

Sejalan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 38/POJK.04/2014 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, pelaksanaan penerbitan saham baru melalui PMTHMETD harus diselesaikan dalam waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal RUPSLB.

“Dengan persetujuan atas kedua skema penerbitan saham baru ini melalui RUPSLB yang baru saja dilaksanakan, maka akan mempermudah manajemen untuk mencari alternatif dana tambahan bagi Perseroan” tutur Tri.

Pencapaian Target Produksi Emas 2018
MDKA berhasil melanjutkan kinerja positif sepanjang tahun 2018. Perusahaan tambang nasional ini, melalui anak usahanya PT Bumi Suksesindo (“BSI”) telah mencapai produksi perdana emas dan perak dari tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur yakni 167.506 oz emas dan 140.738 oz perak.

Pencapaian ini telah memenuhi produksi emas yang ditargetkan perseroan pada 2018 sebesar 155.000 oz – 170.000 oz.

Pada tahun 2018, kinerja Perseroan juga didukung oleh produksi tembaga yang dihasilkan dari tambang tembaga di Wetar, Maluku Barat, melalui anak usahanya PT Batutua Tembaga Raya (“BTR”).

Perseroan melakukan konsolidasi terhadap Laporan Keuangan tersebut pada bulan Mei 2018. Kepemilikan ini merupakan hasil dari pengambilalihan di luar pasar (off-market takeover) atas saham Finders oleh Eastern Field Developments melalui suatu penawaran pengambilalihan (takeover bid).

Selama tahun 2018, tambang tembaga Wetar telah memproduksi sebanyak 17.071 ton tembaga.

Sekretaris Perusahaan MDKA, Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan, tahun 2018 menjadi momentum terbaik bagi MDKA setelah melakukan produksi pertamanya di tahun 2017. Pihaknya bersyukur telah berhasil memenuhi target kami kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai perusahaan guna menjaga kelangsungan bisnis jangka panjang. Pencapaian ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan dampak positif secara berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas Perseroan di masa yang akan datang,” tuturnya.

Adi menambahkan, Perseroan berencana untuk terus meningkatkan volume produksi untuk memaksimalkan efisiensi pembiayaan dengan meningkatkan kegiatan eksplorasi dan kapasitas produksi.

Rencana jangka pendek adalah meningkatkan produksi pada lapisan oksida pada proyek Tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi. Saat ini dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton bijih yang diremukan, ditumpuk dan ditempatkan untuk irigasi.

Guna mendukung rencana ini, BSI akan memperluas tapak pelindian (heap leach pad) dari berkapasitas 36 juta ton menjadi 56 juta ton. Seluruh kegiatan ekspansi tersebut direncanakan akan selesai pada tahun 2019.

Selain itu juga, Perseroan mengembangkan Pit Lerokis pada Proyek Tembaga Wetar, salah satu prospek yang berjarak 14 km dari tempat pelindian. Lerokis akan menjadi tambang terbuka kedua di Proyek Tembaga Wetar dan dijadwalkan memulai produksi komersialnya pada tahun 2019.

Adapun cadangan Bijih pada Proyek Tembaga Wetar diperkirakan sebesar 9,1 juta ton pada kadar tembaga 2,1% yang mengandung sekitar 188 ribu ton tembaga dan Sumberdaya Mineral yang diperkirakan sebesar 9,4 juta ton pada kadar tembaga 2,1% yang mengandung sekitar 198 ribu ton tembaga.

“Kami percaya penguatan bisnis MDKA akan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” tutup Adi. (rhm)

Rekomendasi