Pariwisata Bali Kalahkan London, Cok Ace: Kita Punya Kelebihan Taksu

Minggu, 31 Maret 2019 : 11.56
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat member ‘Kuliah Umum Industri :Kreator dan Inovator’ yang bertempat di Kampus STIKOM Bali II, Jimbaran, Badung Sabtu (30/3/2019)/hms pemprov
Badung - Pariwisata Bali dikenal sampai ke seantero dunia bahkan disebut-sebut mampu mengalahkan Singapura hingga London karena fakator kekuatan niskala atau taksu yang tidak dimiliki daerah atau negara lainnya.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat memberikan kuliah umum di acara bertema ‘Kuliah Umum Industri: Kreator dan Inovator’ yang bertempat di Kampus STIKOM Bali II, Jimbaran, Badung pada Sabtu (30/3/2019).

Ditegaskan Cok Ace, sapaan wakil gubernur, pemerintah Provinsi Bali dipastikan akan memperhatikan tak hanya faktor fisik tapi juga faktor tidak kasat mata atau yang disebut faktor niskala.

“Kenapa kita bisa mengalahkan London, mengalahkan Paris atau Singapura sebagai destinasi wisata dunia, karena kita punya faktor niskala, yang memberikan ‘ruh’ atau Taksu bagi Bali sehingga punya kelebihan dibandingkan kawasan lain,” tegas Cok Ace. Pihaknya akan memastikan, taksu itu tetap menjadi kelebihan Bali.

"Menjaga keharmonisan dan mengurangi ketimpangan antara Bali selatan dan utara, juga memastikan sektor lain selain sektor pariwisata bisa berkembang untuk kesejahteraan masyarakat Bali seluruhnya,” ucap Cok Ace menegaskan.

Di pihak lain, Cok Ace dalam pemaparannya juga melihat sisi positif yang bisa dimanfaatkan dengan kemajuan teknologi informasi selama ini. Mantan Bupati Gianyar ini mencontohkan pemanfaatan internet sebagai bagian penting dari pemasaran produk terutama produk lokal di sebuah Kawasan.

Pada zaman sekarang ini, jika produk hanya diproduksi saja, tidak mau dipasarkan, diinformasikan ke luar atau juga tidak diteliti pangsa pasarnya, maka produk tersebut tidak akan kemana-mana.

"Untuk itu perlu akses informasi dan teknologi berbasis digital tersebut,” jelas Penglingsir Puri Ubud ini. Industri 4.0 yang digaungkan selama ini tidak bisa dipisahkan dari perkembangan teknologi informasi yang pesat dewasa ini.

“Katakanlah kita punya produk bagus, produk kita pun sesuai dengan kemauan pasar, plus kita punya hospitality atau ‘sentuhan rasa’ dalam menghadapi konsumen, tetap akan kalah dengan mereka yang lihai memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran," demikian Cok Ace. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru