menu
search

Moeldoko Harapkan Pers Berkontribusi Positif dalam Pemilu

Sabtu, 30 Maret 2019 : 10.21
Talkshow "Politik Tanpa Hoax " menandai lima tahun 5 tahun Suara.com
Jakarta - Bertebaranya informasi hoaks hingga ujaran kebencian menjelang hajatan Pemilu dan Pilpres menjadi keprihatinan tersendiri karena itu kalangan pers diharapkan berkontribusi positif dalam membangun demokrasi yang sehat di Indonesia.

Dalam kerangka itulah sekaligus meneguhkan komitmen menegakkan, keberimbangan, jujur dan independen dalam pemberitaan, Suara.com menggelar Talkshow "Politik Tanpa Hoax". Kegiatan yang dihelat dalam menandai usia lima tahun Portal Berita Suaramcom di Golden Ballroom 3 Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Talkshow "Politik Tanpa Hoax" menampilkan pembicara Staf Ahli Menkominfo Prof Henri Subiakto, Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers Imam Wahyudi, Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Deputi II Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan, Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang, politisi Partai Nasdem Tina Talisa, serta politisi Partai Demokrat Annisa Tyas Palupi.

Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal (Purn) Moeldoko tampil sebagai pembicara kunci (keynote speaker) menjelang momen peluncuran 5 portal ini.

Di hadapan sekitar 150 tamu undangan, dalam pidato singkatnya, Moeldoko mengutarakan beberapa hal, mulai dari data tingginya pengguna internet Indonesia, perkembangan pembangunan jaringan fiber optik, hingga fenomena hoaks yang mesti ditangkal.

Dia menilai kegiatan ini cukup menarik apalagi, tema talkshow yang digelar hari ini dalam rangka ulang tahun ke-5 Suara.com, yaitu Politik Tanpa Hoax. Pihaknya mendukung dan mengapresiasi kegiatan itu karena sejalan juga dengan program pemerintah.

"Media bisa memberi sumbangan positif di tengah situasi yang kita jalani saat ini (penyelenggaraan Pemilu)," tegasnya.

Sebagai latar belakang, Talkshow "Politik Tanpa Hoax" menjadi bentuk komitmen Suara.com sebagai media daring yang memiliki tagline “jujur, berimbang dan independen”, yang dalam setiap pemberitaannya.

Suara.com terus meneguhkan diri untuk melawan beragam kabar hoaks. Apalagi saat ini, kontestasi politik dalam Pemilu 2019 menjadi tantangan sekaligus fenomena baru bagi kehidupan demokrasi di Indonesia.

Diketahui, Pemilu 2019 berlangsung di tengah dinamika kian berkembangnya Revolusi Digital atau Revolusi 4.0, yang disambut oleh para kontestan politik. Mereka mengampanyekan diri melalui media sosial secara masif, termasuk untuk mengenalkan visi-misi dan membentuk opini masyarakat.

Sayangnya, selain sisi positifnya, "perang politik digital" yang masif ini juga punya sisi negatif, yang bahkan dinilai bisa membahayakan bagi demokrasi ke depan. Hal itu lantaran masyarakat percaya terhadap kabar bohong yang dikemas seolah-olah menjadi berita faktual.

Ancaman ini bukan sekadar pepesan kosong, sebab kebohongan yang terus-menerus diulang bisa menjadi “kebenaran”. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua