Masyarakat yang Gunakan House Music saat Malam Pengrupukan Ditindak Tegas

Senin, 04 Maret 2019 : 17.05
Upacara apel pengamanan Hari Nyepi Tahun Caka 1941 di Kota Denpasar
Denpasar - Petugas akan menindak tegas masyarakat yang menggunakan house music saat pawai ogoh-ogoh pada malam pengrupukan dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1941.

Dalam kaitan pengamanan Hari Nyepi, Pemerintah Kota Denpasar melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar menggelar Apel Pasukan Pengamanan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1941 di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Senin (4/3).

Upacara pimpin Komandan Kodim 1611 Badung Letkol Infanteri Handoko Yudho Wibowo. Turut hadir, Dandenpom IX Udayana, Letkol Cpm Harjono Pamungkas Putro, Asisten I Pemerintahan dam Kesra I Made Toya, Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Anom Sayoga dan beberapa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Denpasar.

Kasatpol PP Denpasar I Dewa Anom Sayoga menjelaskan, selain pengaman dan pengawasan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas masyarakat yang menggunakan house music dan sound system pada saat malam pengerupukan atau pawai ogoh-ogoh.

Pihaknya juga akan bertindak tegas bagi yang membuat ogoh-ogoh berbau politik dan menggunakan bahan tidak ramah lingkungan.

Tindakan tegas itu harus dilakukan sesuai hasil kesepakatan bersama antara Majelis Madya Desa Pakraman dan sabha Upadesa Kota Denpasar dan Sabha Upadesa Kota Denpasar. Surat edaran Walikota Denpasar dan Surat Keputusan Walikota Denpasar.

Pasukan pengaman Hari Suci Nyepi dilaksanakan untuk mengembalikan ciri khas dan jati diri Kota Denpasar. "Kegiatan ini untuk menjaga stabilitas ketentraman dan ketertiban umum," tegas Sayoga.

Dalam rangka pelaksanaan pengamanan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1941 dipandang perlu mengerahkan seluruh potensi secara menyeluruh, terpadu dan partisipatif. Mengingat Kota Denpasar diarahkan menjadi Kota Kreatif.

Dengan begitu, dalam prosesi pengaman Hari Suci Nyepi semua pihak dikerahkan mulai dari prosesi pengamanan Upacara Pemelastian, Tawur Kesanga, Pelaksanaan Pawai atau Parade Ogoh-ogoh serta saat Bratha Penyepian.

Dalam prosesi pengawalan dan pengamanan Sayoga menyebutkan personel dilibatkan 1.000 orang yang terdiri pasukan TNI, POLRI, Linmas, Pecalang dan Saba Upadesa.

"Prosesi pengawalan dan pengaman ini secara total sebanyak 1.000 orang. Kami juga mengerahkan Linmas seluruh kecamatan Desa Kelurahan Pecalang didukung Jero Bendesa di masing-masing Desa Pakraman," ujar Sayoga.

Banyak personil karena pengaman prosesi Upacara Nyepi di awali pemelastian sehingga berakibat kepadatan lalu lintas saat menuju lokasi dan lokasi pemelastian.

Dalam kesempatan sama, Dandim Handoko menyambut baik dilaksanakannya apel kesiapan melalui gelar pasukan ini. Hal ini untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir di dalam setiap kegiatan masyarakat, apalagi nuansanya adalah kegiatan budaya yang sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Denpasar.

"Sudah sepatutnya kita semua ikut peduli dan ikut bertanggung jawab atas keberlangsungan pembangunan di Kota Denpasar. Tanpa meninggalkan ciri khas dan jati diri, budaya masyarakat Kota Denpasar," tukas Dandim. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru