menu
search

Latihan SAR Ausindo Berakhir, Fungsi Koordinasi Operasi Terus Ditingkatkan

Rabu, 27 Maret 2019 : 21.04
Direktur Kesiapsiagana Basarnas Didi Hamzar saat menutup Latihan SAR Ausindo di Kantor SAR Denpasar
Denpasar - Latihan SAR gabungan Australia dan Indonesia (Ausindo) dalam penanganan kecelakaan di perairan berjalan lancar dan menunjukkan berjalannya fungsi koordinasi dan komunikasi dalam penanganan dalam organisasi operasi SAR.

Latihan berlangsung 3 hari, 25-27 Maret 2019, melibatkan 95 orang lebih berasal dari Basarnas Pusat, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, TNI/ POLRI, Pusdalops, Imigrasi Kelas I Denpasar, Airnav Cabang Denpasar, KSOP Benoa, KPLP Benoa, KKP Kelas I Denpasar, serta instansi terkait lainnya.

Pada hari terakhir simulasi, jelas terlihat peranan masing-masing bagian yang berada dalam organisasi operasi SAR. Diperlukan waktu sekitar 2 jam 30 menit sejak mulai penerimaan signal disstres, hingga korban terevakuasi dan mendapatkan penanganan medis

Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Didi Hamzar menutup latihan SAR gabungan Australia dan Indonesia ini berlangsung di Ruang Serba Guna Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Rabu (27/03/2019).

Didi menjelaskan, Basarnas memiliki 13 Kantor Pencarian dan Pertolongan yang berbatasan langsung dengan Australia. Karena itu, perlu dilakukan latihan secara berkelanjutan, serta koordinasi dan kerjasama yang baik diantara keduabelah pihak.

Kata Didi, momen seperti penyelenggaraan latihan di Bali adalah saat yang lama, dan mungkin baru 13 tahun ke depan akan diselenggarakan di lagi di Bali. Tentunya dalam kurun waktu sepanjang itu, akan banyak ada perubahan mulai personel SDM, aset hingga peralatan sehingga perlu dilakukan kembali latihan SAR gabungan Ausindo.

“Simulasi yang sudah dilaksanakan memang seperti skenario dan perencanaan sebelumnya, untuk itu saya berterimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dan membantu hingga latihan SAR ini berjalan lancar dan sukses,” demikian Didi.

Turut hadir Kepala Biro Perencanaan, Moh Barokna Haulah, dan para pejabat di lingkungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, Kupang, Surabaya dan Bandung.

Dari pihak AMSA (Australia Maritime Safety Authority) diwakilkan oleh General Manager and Delegate AMSA, Mark Morrow dan 4 orang lainnya. Masing-masing pihak yang terlibat, diberikan waktu untuk pemaparan tentang kesimpulan dari kegiatan yang telah terlaksana.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Made Junetra, S.H. selaku SMC (SAR Mission Coordinator) diberikan kesempatan pertama untuk memaparkan apa yang sudah dilakukan dan kendala yang ditemui.

Wasdal (wasit dan Pengendali) memberikan pemaparan dan diakhiri dari pihak AMSA. Di penghujung sesi tersebut dilakukan diskusi singkat untuk memberikan saran dari seluruh peserta maupun pelaku simulasi yang hadir.

Secara keseluruhan latihan berlangsung aman dan lancar kendati masih ditemui kendala terkait penggalian data dan informasi yang sebenarnya bisa dipersingkat, Namun. sebagian besar setiap tahapannya dinilai berjalan sukses kendati ke depan tetap harus ditingkatkan. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua