menu
search

KKP Kembali Tangkap Kapal Ikan Berbendera Malaysia di Perairan Natuna

Selasa, 12 Maret 2019 : 20.47
Kapal berbendera Malaysia yang ditangkap petugas/humas kkp
Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap sejumlah kapal perikanan asing (KIA) yang melakukan penangkapal ikan secara ilegal (illegal fishing) di perairan Indonesia.

Satu unit KIA berbendera Malaysia ditangkap Kapal Pengawas Perikanan (KP) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 711 Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau (12/3/2019).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Agus Suherman menjelaskan, penangkapan KIA Malaysia SFI-66 (47,87 GT) dilakukan dalam operasi pengawasan yang digelar secara terpadu.

Ada tiga kapal pengawas perikanan yaitu KP Orca 01, KP Hiu 011, dan KP. Hiu Macan 001,” yang dikerahkan dalam operasi. Operasi pengawasan tersebut juga didukung dengan operasi udara (air surveillance) sebagai sumber informasi dalam menentukan target operasi.

Kata Agus, penangkapan terhadap kapal yang diawaki 3 (tiga) orang berkewarganegaraan Indonesia dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh kapal-kapal perikanan asing secara umum sama.

"Kapal perikanan asing masuk dan menangkap ikan di WPP-NRI tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan," imbuhnya.

Dari pemeriksaan di lapangan, kapal sementara diduga melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Kapal tersebut lanjut dikawal menuju Satuan Pengawasan (Satwas) Natuna Kepulauan Riau, dan diperkirakan tiba pada Rabu (13/3) untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua