Kinerja Ekonomi Bali Triwulan IV Tahun 2018 Tumbuh 7,5 Persen

Kamis, 14 Maret 2019 : 00.00
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana/dok.kabarnusa
Denpasar - Bank Indonesia merilis kinerja ekonomi Bali pada triwulan IV 2018 mengalami akselerasi kinerja dibanding triwulan III-2018 yakni tumbuh 7,59 persen.

"Ekonomi Bali tercatat tumbuh sebesar 7,59% (yoy) di periode triwulan laporan, lebih tinggi dibanding triwulan III 2018 yang sebesar 6,15% (yoy)," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana dalam keterangan tertulis, Rabu 13 Maret 2019.

Jumlah itu, juga jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan triwulan IV 2017 sebesar 4,01% (yoy). "Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan IV 2018, juga lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi Nasional di periode yang sama sebesar 5,18% (yoy)," sambung Iman.

Iman melanjutkan, dari sisi permintaan, peningkatan kinerja ekonomi Bali tersebut didorong oleh meningkatnya kinerja komponen konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor luar negeri.

Sementara dari sisi penawaran, didorong oleh meningkatnya kinerja empat lapangan usaha utama Bali, yaitu lapangan usaha akomodasi makan dan minum; pertanian; perdagangan besar dan eceran; serta industri pengolahan.

Dijelaskan, akselerasi kinerja ekonomi Bali tersebut, didorong oleh beberapa faktor yaitu, i) base effect melambatnya perekonomian Bali pada triwulan IV 2017 akibat peningkatan aktivitas vulkanis Gunung Agung.

Kemudian, peningkatan ekspor, baik ekspor jasa yang tercermin pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun ekspor barang ke luar negeri maupun ekspor barang luar negeri.

Ketiga, eningkatan luas panen dan produksi padi pada triwulan laporan; iv) penyelenggaraan IMF WB Annual Meeting 2018; dan v) perayaan hari besar keagamaan (Galungan dan Natal) serta Tahun Baru 2019.

Dari sisi permintaan, akselerasi kinerja ekonomi Bali tersebut didorong oleh meningkatnya kinerja komponen konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor luar negeri.

Sedangkan, dari sisi penawaran, peningkatan kinerja ekonomi Bali didorong oleh meningkatnya kinerja empat lapangan usaha utama Bali, yaitu lapangan usaha pertanian; konstruksi; industri pengolahan, transportasi dan pergudangan.

Dari berbagai prompt indikator yang ada, kinerja ekonomi Bali pada triwulan I 2019 diprakirakan tetap tumbuh kuat, meskpun cenderung melambat, dengan kisaran 6,10%-6,50% (yoy).

Beberapa faktor penyebab perlambatan tersebut adalah: i) telah berakhirnya periode pariwisata Bali; ii) prakiraan melambatnya kinerja ekonomi mitra dagang utama dunia, terutama Amerika Serikat dan Australia; iii) telah selesainya pengerjaan sebagian besar proyek konstruksi yang terkait dengan IMF-WB AM 2018.

Sementara dari sisi permintaan, prakiraan melambatnya kinerja ekonomi Bali terutama disebabkan oleh melambatnya kinerja komponen konsumsi rumah tangga, ekspor luar negeri dan investasi.

Iman melanjutkan, untuk penawaran perlambatan diprakirakan disebabkan melambatnya seluruh lapangan usaha utama ekonomi Bali yaitu lapangan usaha akomodasi makan dan minum, pertanian, transportasi, konstruksi, industri pengolahan serta perdagangan besar dan eceran.

Realisasi belanja pemerintah (APBN, APBD Provinsi Bali dan APBD gabungan 9 kabupaten/kota) pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp35,99 triliun atau meningkat 5,24% (yoy), lebih rendah dibanding pertumbuhan realisasi belanja pemerintah tahun 2017 yang sebesar 12,43% (yoy) atau tercatat Rp34,20 triliun.

Melambatnya pertumbuhan realisasi belanja pemerintah tersebut, disebabkan oleh melambatnya semua pertumbuhan komponen realisasi belanja yaitu APBN dan APBD 9 kabupaten/kota, bahkan APBD Provinsi mengalami penurunan realisasi belanja.

Sementara, untuk realisasi inflasi Provinsi Bali pada triwulan IV 2018 tercatat sebesar 3,13% (yoy), melandai dibanding triwulan III 2018 yang sebesar 3,60% (yoy). "Capaian inflasi Bali pada periode laporan sama dengan realisasi inflasi Nasional yang juga mencapai 3,13% (yoy)," kata Iman menambahkan.

Melandainya realisasi inflasi tersebut terjadi disebabkan oleh melandainya tekanan inflasi pada kelompok volatile food dan kelompok core inflation, sementara kelompok administered price menunjukkan peningkatan.

"Inflasi Bali pada tahun 2018 yang sebesar 3,13% (yoy), masih lebih rendah dibanding inflasi tahun 2017 sebesar 3,32% (yoy)," demikian Iman. (rhm)

Rekomendasi