menu
search

KB Berhasil, Gubernur Bali Prihatin Hilangnya Nama Nyoman dan Ketut

Senin, 18 Maret 2019 : 20.14
Gubernur Bali I Wayan Koster saat membuka Rakorda BKKBN Provinsi Bali di Denpasar
Denpasar - Penurunan laju pertumbuhan penduduk di Bali sebagai bukti keberhasilan program Keluarga Berencana justru disatu sisi membuat Gubernur Bali I Wayan Koster prihatin karena terancam hilangnya nama Nyoman dan Ketut.

Awalnya, Koster mendengarkan paparan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Catur Sentana yang melaporkan laju pertumbuhan penduduk Bali menurun dari 2,31% pada tahun 2010 menjadi 2,14% pada tahun 2017.

Selain itu terjadi pula penurunan angka kelahiran total dari 2,3 pada tahun 2012 menjadi 2,1 per wanita usia subur pada tahun 2018.

“Penurunan ini, selain sebagai dampak penggunaan kontrasepsi yang mencapai 54,8% bagi pasangan usia subur, juga meningkatnya media usia kawin pertama perempuan dari 21,9 tahun menjadi 22,1 tahun,” kata Cakra dalam Rapat Koordinasi Daerah Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali di Grand Inna Bali Beach Hotel, Senin (18/3/2019).

Mendengar itu, Gubernur Koster mengakui, penurunan laju pertumbuhan penduduk di Bali bukanlah sebuah prestasi dan justru mengancam budaya warisan leluhur. Dia melanjutkan, angka tadi menunjukkan program keluarga berencana dua anak di Bali relatif berhasil dari segi angka.

Namun bagi masyarakat Bali, data itu justru kurang membahagiakan karena hilangnya nama-nama seperti Nyoman dan Ketut. “Jadi ada bagian dari warisan leluhur kami ini hilang,” ucap Koster.

Mantan anggota DPR RI ini mengatakan akan mengubah paradigma kependudukan di Bali dengan tidak lagi fokus pada pengurangan jumlah namun bagaimana membangun keluarga yang berkualitas dan direncanakan dengan baik.

Ia berharap dengan paradigma ini melahirkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, berdaya saing, produktif dan berkontribusi. Tren pertumbuhan penduduk di Bali dalam lima tahun terakhir tergolong stagnan. Artinya yang lahir sama yang hidupnya berakhir hampir berimbang.

Dan sudah saya dalami per kabupaten datanya. Pertumbuhannya relatif kecil,” kata Gubernur asal Sembiran, Buleleng.

Dia juga sempat mengutip Mars KB, yang tidak menyinggung soal pengurangan jumlah. Justru, Ia menambahkan sesuai mars tersebut, prestasi di bidang kependudukan adalah bagaimana membangun keluarga yang sehat, cerdas dan kuat. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua