Kampanye di Bali, Prabowo Ungkap Siapa yang Selama Ini Membencinya

Selasa, 26 Maret 2019 : 21.20
Capres Prabowo Subianto saat berkampanye terbuka di Lapangan Kompyang Sujana, Denpasar
Denpasar - Calon Presiden Prabowo Subianto mengakui selama ini sangat dibenci oleh orang-orang yang melakukan tindak pidana korupsi atau mereka merampok kekayaan rakyat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berkampanya terbuka di Lapangan Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Selasa (26/3/2019).

Dihadapan ribuan massa pendukungnya di Bali, Capres nomor urut 2 itu membeber masalah yang membuat para elit tidak suka jika diketahui rakyat.

"Karena itu, mereka semua benci sekali kepada Prabowo Subianto, emang gue pikirin," selorohnya disambut tawa hadirin.

Dia melanjutkan, jika dibenci oleh para koruptor, justru membuatnya bahagia. Bahkan, kata Prabowo, para koruptor kini sedang bergemetar di tempat tidur.

"Karena saya jamin, kalau kau (Koruptor) tidak kembalikan kekayaan yang kau curi, akan saya kejar sampai di mana," tandasnya lagi.

Kepada massa pendukung dari koalisi parpol pengusung Prabowo Sandi, Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu meyakinkan, bahwa sejak muda dirinya telah mendedikasikan hidupnya untuk rakyat dan bangsa.

Meskipun kini, usianya memasuki 68 tahun sehingga ketika merasa tua, tiba-tiba dirinya teringat Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad.

"Umur 93 tahun baru jadi perdana menteri, lagi, dia juga sudah mau istirahat, dia tidak cari apa-apa lagi, tetapi dia melihat negaranya dalam keadaan porak poranda, korupsi sudah terlalu banyak, dia turun gunung," tuturnya.

Hal sama terjadi di Indonesia, praktek korupsi terlalu banyak sehingga dia merasa muak dengan korupsi di Tanah Air.

"Saya tidak rela, rakyat saya susah, sementara segelintir orang foya-foya di atas korupsi, saya tidak rela," tegasnya disambut gempita massa.

Untuk itu, Prabowo menegaskan kembali telah mempertaruhkan jiwa raga selama di militer di mana-mana, bukan untuk melihat negara ini dirampok.

Masyarakat diingatkan, pada pesta demokrasi ini, jangan sampai salah memilih dalam menggunakan hak pilih. Jika salah memilih, maka akan menderita bertahun-tahun lagi.

"Saya yakin, kalian berdiri di sini, bukan untuk dirimu sendiri, bukan untuk Prabowo Sandi, tetapi untuk anak-anak dan cucu-cucumu," tutupnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru