Jadi Model Penanganan Kebencanaan, Bali Siapkan Srikandi Tangguh Bencana

Minggu, 03 Maret 2019 : 06.40
Sekda Dewa Indra (duduk) menghadiri Rapat Koordinasi Koordinasi Penanggulangan Bencana digelar BPBD Provinsi Bali di Bangli
Bangli - Penanganan kebencanaan di Bali menjadi salah satu role model di Indonesia melalui sinergi masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengurangi dampak bencana.

Salah satu upaya yang dilakukan dalam waktu dekat menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin, akan segera membentuk Srikandi Tangguh Bencana.

"Kami ingin memiliki kesamaan pemahaman dalam penanggulangan bencana, mengarah pada kesamaan gerak dan langkah dalam memberi layanan kepada masyarakat," tegas Rentin dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana "Kesiapsiagaan Daerah Dalam Mengurangi Risiko Bencana Melalui Sinergitas Masyarakat dan Dunia Usaha" Tahun 2019 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, di Desa Kedisan, Kintamani, Bangli, Sabtu (2/3/2019).

Dalam laporannya, Rentin mengatakan, rapat koordinasi bertujuan mensinergikan program strategis dan kegiatan, antara pusat (BNPB) dengan BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten / Kota.

Kegiatan ini ditujukan agar seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dapat saling bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengurangi dampak bencana. Penanganan kebencanaan di Bali selama ini sudah berjalan baik.

"Pemerintah pusat menjadikan Bali sebagai role model penangan kebencanaan. nantinya akan dibentuk "Srikandi Tangguh Bencana"," tegas Rentin.

Rakorda kali ini terasa istimewa karena terdapat kurang lebih 8 (delapan) BPBD dari luar Bali yang hadir, yang ingin berbagi dan share pengalaman sukses penanggulangan bencana di daerah masing-masing yakni BPBD Kabupaten Gowa - Sulsel, BPBD kabupaten Pacitan dan Kota Batu - Jatim, BPBD Kota Kupang dan Kabupaten Sikka - NTT, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Bone Bolango - Gorontalo.

Mereka adalah sahabat tangguh yang sempat bersama-sama mengikuti diklat dan ToT kebencanaan di Pusdiklat BNPB di Bogor, mereka hadir di Bali disamping untuk belajar beberap keunggulan yang dimiliki Bali, juga ingin berbagi pengalaman sukses di daerahnya, Destana (Desa Tangguh Bencana).

Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, saling bekerja sama dan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga yang ada, serta melibatkan unsur-unsur dari masyarakat dan insan kebencanaan lainnya.

Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan hal itu saaf Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana "Kesiapsiagaan Daerah Dalam Mengurangi Risiko Bencana Melalui Sinergitas Masyarakat dan Dunia Usaha" Tahun 2019 yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, di Restaurant Apung, Desa Kedisan, Kintamani, Bangli, Sabtu (2/3/2019).

Ditambahkan Indra, rapat koordinasi ini juga sebagai evaluasi atas kinerja BPBD selama ini dan melakukan perencanaan untuk kedepan yang lebih baik. Indra berharap agar BPBD terus memberikan edukasi kepada masyarakat dan dunia usaha untuk meminimalisir terjadinya risiko kebencanaan.

Kegiatan ini juga sebagai evaluasi atas kinerja selama ini dan menyusun-langkah kedepan. Dia berharap, BPBD melakukan edukasi-edukasi kepada masyarakat dan dunia usaha untuk meminimalisir risiko yang bisa terjadi akibat dari kebencanaan.

"Jika semua sudah paham akan apa yang hatus dilakukan saat terjadi bencana, maka kita yakin tidak akan ada korban jiwa," tandasnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru