menu
search

Istri Gubernur Bali: Keberhasilan Program KKBPK Bukan Bertambahnya Kampung KB

Rabu, 20 Maret 2019 : 06.29
Istri Gubernur Bali, Ni Putu Putri Suastini
Denpasar - Kampung KB yang menjadi ikon Program KKBPK indikator suksesnya program andalan BKKBN itu bukan diukur dari bertambahnya Kampung KB.

Hal itu disampaikan Istri Gubernur Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster saat dalam Rapat Koordinasi Teknis Kemitraan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Selasa (19/3/2019).

Sepengetahuannya, pembentukan Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain. Semua itu dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Jadi, Putri berpendapat, indikator suksesnya Program KKBPK bukan diukur dari bertambahnya Kampung KB.

"Sebaliknya, makin lama Kampung KB justru harus makin berkurang karena kesejahteraan dan kualitas keluarga di wilayah sasaran sudah makin meningkat dan tak ada lagi KK Miskin di wilayah tersebut," tegasnya.

Ia mengingatkan agar semua jajaran yang mempunyai program yang bekaitan upaya mensejahterakan rakyat, langsung turun ke lapangan.

Pada bagian lain, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali siap bersinergi dengan organisasi dan lembaga yang melaksanakan program untuk mensejahterakan rakyat.

Dia menyambut positif program kemitraan yang dibangun BKKBN dengan TP PKK Bali untuk menyukseskan Program KKBPK. Putri juga mengkampanyekan Program HATINYA (Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman) PKK yang saat ini tengah gencar dilaksanakan di seluruh Bali.

"HATINYA PKK" menjadi perhatiannya karena belakangan natah (halaman rumah) masyarakat Bali banyak yang kurang terurus hingga menjadi sarang nyamuk.

“Padahal PKK punya program yang luar biasa untuk menjadikan seluruh natah masyarakat Bali bermanfaat dengan ditanami aneka tumbuhan yang bermanfaat untuk keluarga seperti sayuran atau obat tradisional,” ungkapnya.

Karena itu, HATINYA PKK menjadi program prioritasnya tahun ini. Tahun ini, TP PKK Bali turun ke 57 kecamatan dengan menyerahkan bantuan masing-masing sebesar Rp. 27 juta kepada desa percontohan.

Dana tersebut dialokasikan untuk pembelian bibit tanaman yang ditanam di natah rumah penduduk. Selain bertujuan memanfaatkan natah, program ini juga diharapkan dapat memupuk semangat kebersamaan dan gotong royong.

Rakornis Kemitraan Program KKBPK dibuka secara resmi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ir. Catur Sentana.

Catur mengatakan, kegiatan bertujuan mensinkronkan program dengan mitra kerja. Ia menambahkan, sasaran Program KKBPK adalah kaum milenial yang saat ini presentasenya telah mencapai 58 persen dari total jumlah penduduk Bali. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua