menu
search

Gubernur Koster Rancang Festival Agro Tahunan Bertaraf Internasional di Bali

Minggu, 24 Maret 2019 : 07.44
Gubernur Bali I Wayan Koster didampingi istri Putri Suastini Koster saat membuka World Mangosteen Festival di Sawan, Buleleng
Buleleng - Gubernur Bali Wayan Koster merancang sebuah festival agro tahunan bertaraf internasional sebagai upaya memasarkan produk pertanian sekaligus menjadi salah satu kebijakan di sisi hilir untuk meningkatkan sektor pertanian di Bali.

Usai menerbitkan, Pergub 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, Gubernur Bali Wayan Koster merancang festival tematik yang diharapkan menggandeng pihak ketiga atau progra,m CSR perusahaan.

Koster menyampaikan hal itu saat bersama Ny. Putri Suastini Koster menghadiri dan membuka World Mangosteen Festival (WMF) pertama di Desa Galungan, Sawan, Buleleng, Sabtu (23/3/2019).

“Festival seperti ini sedang saya rancang. Desainnya nanti akan ada festival dan expo tematik. Ada kuliner, ada buah-buahan,” ujar Koster.

Ia mengatakan festival agro seperti ini menjadi salah satu pajangan penggunaan buah lokal. Festival-festival ini, nantinya dilaksanakan sesuai musim sehingga akan menyerap buah-buahan yang sedang panen.

“Nanti misalnya di musim salak, di musim jeruk, di musim manggis, di musim apa saja kita akan buatkan festivalnya keliling-keliling di Bali,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu.

Bahkan Koster akan membuat festival bertaraf internasional dengan mengundang asosiasi eksportir dan para pembeli dari luar negeri. Bukan itu saja, ia berharap dibuatkan lomba makan buah-buahan yang mengundang para wisatawan dari Nusa Dua. Disamping ada pula yang dijual untuk dibawa pulang.

Koster meyakini, festival semacam ini bisa diselenggarakan tanpa memakai APBD. Misalnya dengan menggunakan CSR perusahaan atau menggandeng pihak ketiga. WMF diselenggarakan selama dua hari tanggal 23-24 Maret 2019.

Selain pameran produk pertanian lokal, acara dimeriahkan dengan lomba buah lokal seperti Manggis dan Durian.

Ada pula lomba gebogan berbahan dasar manggis, Mangosteen Run, dan sarasehan manggis. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan durian dikenal sebagai rajanya buah, maka Manggis dikenal sebagai ratunya buah.

“Karena itu makan durian harus diimbangi dengan manggis, karena manggis antioksidannya tinggi,” katanya. Dalam pameran tampak wisatawan asing menghadiri dan mencicipi buah manggis. Beberapa waktu lalu, Gubernur Koster juga melepas ekspor manggis Bali ke China. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua