menu
search

Gubernur Koster Kaji Regulasi Konsep Toko Modern di Desa Adat

Minggu, 24 Maret 2019 : 20.36
Gubernur Bali I Wayan Koster
Tabanan - Gubernur Bali I Wayan Koster tengah menyiapkan regulasi yang mengatur pembentukan suatu badan usaha dengan konsep toko modern di setiap desa adat atau desa pekraman. Nantinya, yang mengelola adalah desa adat, hasilnya untuk desa adat, jadi jangan hanya toko modern dari luar saja yang menjamur di Bali.

"Akan saya rancang aturannya," Tegasnya dalam acara simakrama dan Dharma Shanti Nyepi di Gedung Ketut Maria, Tabanan, Minggu (24/3/2019). Koster membeberkan pembangunan Bali di bawah pimpinannya dan Wakil Gubernur Cok Ace berlandaskan kearifan lokal dan nilai-nilai luhur yang ada di Bali.

"Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali saya gali kembali dari konsep-konsep warisan leluhur, asli Bali yang dimana konsep tersebut menuju keharmonisan Bali sekala dan niskala," sambungnya.

Dia juga menekankan pentingnya sisi niskala sebagai kearifan lokal pulau Bali. Faktor niskala itulah yang membedakan Bali dari daerah lain, membuat Bali jadi unik dan spesial di mata orang luar. "Visi saya juga mencakup menjaga faktor niskala," tegas pria asal Buleleng tersebut.

Pengaplikasian visi tersebut disebut Koster juga tergambarkan dalam pergub dan perda yang ditelurkan untuk menjaga dan melestarikan alam Bali termasuk isinya. Dia mencontohkan, Pergub Pertanian Lokal, Busana Adat Bali, Bahasa Bali hingga Perda Penguatam Desa Adat.

Seluruh krama dihimbau untuk turut melestariksn budaya dan adat Bali minimal dengan menggunakan bahasa Bali di rumah. "Bahasa, adalah ciri kita sebagai orang Bali. Jangan malah gaya-gayaan panggil mami-papi di rumah, kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi," Tutup Gubernur.

Turut hadir, istri Gubernur Bali, Suastini Koster, Bupati Tabanan Eka Wiryastuti, Wakil Bupati Komang Sanjaya dan jajaran perangkat daerah Tabanan. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua