Gubernur Koster Ingin Jasa Transportasi Tampilkan Keramahan Khas Bali

Senin, 04 Maret 2019 : 15.04
Gubernur Bali I Wayan Koster
Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster mengharapkan jasa transportasi sebagai pendukung industri pariwisata bisa menampilkan wajah Bali yang penuh keramahan. Menurutnya, jasa tranportasi juga harus memiliki standarisasi yang jelas.

Bukan hanya standar kendaraan keamanan dan kenyamanan, namun sopirharus distandarisasi pelayanan, estetika kepada wisatawan yang datang.

"Ini penting karena dapat menjadi wajah dan citra Bali sebagai daerah tujuan wisata internasional," beber Koster dalam audensinya dengan jajaran pengurus DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bali di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Senin (4/3/2019).

Selama ini, jasa pelayanan pariwisata termasuk di dalamnya moda transportasi yang ada di Bali nampak kurang tertata dengan baik karena belum ada regulasi jelas mengenai hal tersebut.

Padahal jika ditangani dan punya regulasi yang jelas, jasa transportasi ini bisa jadi simbol keramah tamahan pariwisata Bali. Bisa jadi ciri khas yang turut menjadi keindahan Pulau Bali di mata dunia internasional. "Seperti ini ‘lho Bali, yang ramah, teratur dan disiplin,” kata Koster menegaskan.

Untuk itu dirinya sedang menyusun kebijakan untuk meregulasi hal tersebut antara lain standarisasi kelayakan, kenyamanan dan umur kendaraan pariwisata, termasuk juga mengatur desain dan interior kendaraan agar menunjukkan ciri khas budaya Bali.

"Harus ada branding tersendiri untuk Bali," katanya menambahkan. Koster yang juga selaku Ketua DPD PDIP Bali akan mengambil sikap terhadap keluhan Organda terhadap kendaraan luar Bali yang beroperasi sebagai kendaraan pariwisata bahkan beroperasi menetap di Bali.

“Akan kita tertibkan. Pokoknya yang ilegal-ilegal akan kita tertibkan. Apalagi yang seperti itu bisa menggerus angkutan lokal kita,” tegasnya.

Ketua DPD Organda Bali Ketut Eddy Dharma Putra mengapresiasi rencana kebijakan standarisasi pemerintah terhadap angkutan pariwisata mengingat selama ini banyak juga wisatawan yang mengeluhkan kenyamanan sarana transportasi pariwisata di Bali.

“Antara lain karena umur kendaraan yang sudah terlalu tua, sehingga mengurangi kenyamanan dan keamanan,” katanya. Eddy juga mengapresiasi langkah Pemprov Bali yang sudah mulai membangun jalan short cut Denpasar-Singaraja yang nantinya akan mempercepat jarak tempuh menuju kabupaten Buleleng.

Jalan short cut tersebut diyakini akan mempercepat terciptanya keseimbangan pembangunan Bali selatan dan utara seperti yang diwacanakan sejak lama. Pihaknya meminta Gubernur Koster, dapat mengkaji jalur short cut lain yakni jalur Mengwi-Batuan-Purnama dan jalur Kuta-Soka-Celukan Bawang.

“Kalau jalur ini bisa direalisasikan menurut kajian kami akan sangat mengurangi kepadatan lalu lintas di Kota Denpasar karena kendaraan yang melintas antar kabupaten tidak perlu memasuki kota Denpasar,” kata Eddy. (rhm)

Rekomendasi