menu
search

Diseminasi Triwulan I, BI Prediksi Pariwisata Bali Membaik

Senin, 18 Maret 2019 : 15.49
Kepala Divisi SP PUR, Layanan dan Admistrasi BI Bali Teguh Setiadi memaparkan hasil diseminasi Triwulan I 2019
Denpasar - Seiring semakin membaiknya perekonomian di Bali diperkirakan kondisi itu turut menggairahkan sektor pariwisata pada tahun 2019. Hal tersebut mengemuka saat Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah ( BI KPw) Bali menggelar Diseminasi hasil survei triwulan I 2019, di Gedung BI Bali, Senin (18/3/2019).

Kepala Divisi SP PUR, Layanan dan Administrasi BI Bali, Teguh Setiadi mengungkapkan, pada tahun 2019 pasokan dan permintaan hotel diperkirakan akan mengalami peningkatan. Kondisi itu terjadi seiring perkiraan membaiknya perekonomian, khususnya sektor pariwisata di tahun 2019 dan mulai melandainya harga tiket pesawat.

"Pencabutan aturan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk menggelar rapat di hotel juga diperkirakan akan kembali menggairahkan industri perhotelan di Bali," tutur Teguh.

Di samping itu, pembangunan Trans Studio Bali di Kota Denpasar, diharapkan turut mempengaruhi permintaan terhadap hotel-hote| yang berlokasi di sekitar kawasan tersebut. Pasokan apartemen (baik apartemen strata title dan apartemen sewa) di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung tidak mengalami perubahan semenjak periode 2017.

Bahkan, pada triwulan IV 2018, apartemen strata title tercatat 2.423 unit, berasal dari 3 tower pengembangan dengan segmen pasar kelas menengah. Untuk apartemen sewa tercatat sebesar 141 unit yang berlokasi di Kabupaten Badung.

Dari sisi permintaan, terjadi penurunan penyerapan apartemen yang bersumber dari apartemen sewa. Kumulatif permintaan apartemen strata title di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung pada triwulan |V-2018 adalah sebanyak 1.782 unit, dengan rata-rata tingkat penjualan 73,52%.

Tidak ada perubahan tingkat penjualan sejak setahun terakhir, dikarenakan tidak terjadinya penyerapan unit pada proyek-proyek yang ada. Teguh melanjutkan, untuk pasokan perhotelan di Bali pada triwulan |V-2018 meningkat sebesar 3% (qtq) atau 5.8% (yoy), yang dikontribusikan oleh pembangunan hotel di daerah Nusa Dua.

Pasokan kamar hotel didominasi oleh hotel bintang 4 (45,64%), hotel bintang 5 (37,89%), dan bintang 3 (16,47%).

Dari sisi permintaan, tingkat hunian pada triwulan IV 2018 sebesar 76.72%, jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (54.59%), namun sedikit lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya (78,16%).

Membaiknya permintaan terutama dipicu oleh membaiknya perekonomian secara keseluruhan pasca erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem. Sementara itu, penurunan permintaan secara triwulanan lebih disebabkan karena periode laporan bukan merupakan Iiburan musim panas di AS dan Eropa.

Hasil survey juga menunjukkan adanya indikasi penurunan yang bersumber dari praktek zero dollar tourism wisatawan Tiongkok dimana seluruh penyediaan paket tour (termasuk akomodasi) menggunakan perusahaan Tiongkok.

Namun demikian. penertiban yang telah dilaksanakan pemerintah daerah Bali diperkirakan akan mengakselerasi kembali kinerja hotel. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua