Dinyatakan Bersalah, Mendes Eko Sandjojo Terima Keputusan Bawaslu

Jumat, 29 Maret 2019 : 09.50
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Transmigrasi Eko Putro Sandjojo didampingi Jaksa Agung Muda Bidang Inteligen JanS Maringka dan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra memberikan keterangan pers
Denpasar - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrai (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengaku menerima keputusan Bawaslu yang menyatakan dirinya bersalah saat hadir dalam deklarasi dukungan untuk pasangan 01 yang digelar masyarakat adat di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Seperti diketahui bersama baru-baru ini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memutuskan Menteri Eko bersalah melakukan pelanggaran Pemilu.

Eko terbukti mengikuti kegiatan kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf Amin di Kendari, Sulawesi Tenggara, 22 Februari 2019.

Kepada awak media, usai menjadi pembicara dalam Workshop Pemanfaataan Pengelolaan dan Penyaluran Dana Desa di Kuta, Kamis 28 Maret 2019 malam, Eko menjelaskan kronologi hingga dijatuhi putusan bersalah oleh Bawaslu.

Eko mengakui, dirinya datang ke acara tersebut karena sebenarnya, pihak panitia memberitahukan perihal acara tersebut sangat mendadak.

"Saya dikasih tahu mendadak, dua hari sebelumnya saya suruh staf, minta izin cuti ke Presiden untuk bisa hadir di acara itu," tutur Eko yang politikus PKB itu.

Setelah mendapat izin cuti dari Presiden Jokowi, Menteri Eko datang ke acara yang digelar masyarakat adat setempat.

Dia mengaku kaget, kehadirannya kemudian dipersoalkan karena sesuai aturan, pejabat negara harus mengajukan cuti 12 hari sebelumnya.

"Saya dapat cuti, biasanya kalau minta cepat, cuma kalau ini, khusus," ucapnya.

Akhirnya, Eko datang sembari menyampaikan syarat dirinya ke lokasi, tidak menyampaikan orasi, tidak bisa melakukan kegiatan di acara tersebut.

Diapun menolak saat diminta orasi, demikian pula dia diminta naik panggung meski dipaksa-paksa.

Akhirnya Eko mau berdiri di barisan ketiga. Kemudian, ada yang melihat Eko mengacungkan satu jari, tetapi sebenarnya bukan simbol jari pasangan 01.

Dia juga berdiri posisinya membelakangi audien hanya untuk swafoto, selfie saja.

"Tetapi apapun, keputusan Bawaslu sebagai lembaga yang dipakai untuk mengawasi Pemilu, saya patut hargai, jadi, saya terima keputusan Bawaslu," tutupnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru