menu
search

Belum Terakreditasi, RS Bali Mandara Siap Terdepan Layanan JKN KBS

Rabu, 13 Maret 2019 : 00.30
Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra
Denpasar - Meskipun belum terakreditasi namun sebagai Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Bali, Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) siap menjadi yang terdepan dalam layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS).

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan kesiapan RSBM, seusai menerima Tim survei Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dalam rangka survei simulasi akreditasi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi 1 di Rumah Sakit Bali Mandara, Denpasar, Selasa (12/3/2019).

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster resmi meluncurkan program JKN KBS akhir Februari 2019. Indra menyampaikan, secara fakta (de facto) pelayanan rumah sakit yang terletak di Sanur ini sudah sangat bagus namun secara hukum (de jure) rumah sakit ini belum memiliki akreditasi.

Karenanya, Pemprov Bali berkomitmen agar rumah sakit ini segera terakreditasi sebagai tanda secara resmi telah memiliki standar. Kata dia, akreditasi ini tidak hanya untuk memenuhi salah satu persyaratan bagi rumah sakit penerima layanan JKN, namun lebih pada peningkatan standar kualitas layanan kepada para pasien.

“RSBM harus paling siap dalam penerapan JKN-KBS baik itu dari pelayanan, standar pelayanan, jenis layanan yang ditentukan JKN-KBS. Rumah sakit ini harus yang terdepan karena rumah sakit ini milik Pemprov Bali dan JKN-KBS adalah program Pemprov Bali,“ tandasnya.

Direktur UPT RSBM Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Gede Bagus Darmayasa, MRepro menambahkan, pihaknya siap melaksanakan JKN-KBS.

Berbagai upaya peningkatan pelayanan, optimalisasi pelayanan terus dilakukan salah satunya dengan akreditasi yang merupakan bagian dari regulasi. dr. Bagus menegaskan dari awal berdirinya RSBM, Pemprov Bali berkomitmen untuk mengikuti semua regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Regulasi baik untuk peralatan, fasilitas dan secara terus menerus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kami mengutamakan layanan pada pasien. Penerapan JKN-KBS di rumah sakit ini memiliki kelebihan, dimana untuk parameter yang tidak ditanggung JKN, maka akan ditanggung KBS, prinsip kami keselamatan pasien adalah hal yang utama,“ tandasnya. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua