Basarnas Mantapkan Kerja Sama dan Sinergita Potensi SAR di Daerah

Kamis, 14 Maret 2019 : 18.13
Direktur Bina Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsam TNI Faturrahman Indrahaya membuka Pelatihan SAR Teknik Pertolongan di Permukaan Air di Jembrana/humas sar dps
Jembrana - Basarnas terus memantapkan koordinasi dan kerja sama sinergitas yang solid bersama Potensi SAR, baik Instansi Pemerintah, swasta maupun masyarakat dan organisasi berpotensi SAR lainnya.

Hal itu ditegaskan Direktur Bina Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsma TNI Faturrahman Indrajaya saat membuka Pelatihan Potensi SAR Tehknik Pertolongan di Permukaan Air (Water Rescue), Kamis (14/03/2019) bertempat di Hotel Jimbarwana, Kabupaten Jembrana.

Kegiatan berlangsung 4 hari dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Jembrana. Turut hadir Dandim 1617 Jembrana, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, dan Manager PT ASDP Cabang Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk.

Ditegaskan Faturrahman, Basarnas tidak dapat bekerja sendiri oleh karena itu diperlukan kerjasama dan sinergitas yang solid bersama Potensi SAR, baik Instansi Pemerintah, swasta maupun masyarakat dan organisasi berpotensi SAR lainnya.

Melalui pelatihan potensi SAR ini, Basarnas dan Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Kabupaten Jembrana telah bersepakat menjalin kerja sama dalam menyiapkan SDM yang mempuni di bidang SAR, yakni dalam penguasaan tehnik water rescue.

"Basarnas senantiasa secara aktif melakukan pembinaan potensi SAR pada wilayah kerjanya masing-masing," ungkapnya.

Sebelumnya, pelatihan digelar Kabupaten Buleleng serta Karangasem. Tentunya materi pelatihan disesuaikan dengan potensi bahaya di daerah tersebut. Kondisi geografis Kabupaten Jembrana didominasi dengan perairan seluas 604,24 KM2 yang notabanenya banyak terdapat aktifitas pelayaran.

Kabupaten berada paling barat dari Provinsi Bali ini, merupakan pintu masuk dari Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk, selain itu merupakan tempat penghasil ikan laut terbesar. Kondisi tersebut di atas menjadi pertimbangan untuk memilih Kabupaten Jembrana sebagai lokasi pelatihan potensi SAR water rescue.

Sebanyak 65 peserta dari instansi pemerintah, nelayan dan pelaku pariwisata mengikuti pelatihan SAR ini. Tenaga pengajar (instruktur) berjumlah 14 orang, merupakan rescuer terlatih dan telah melalui berbagai diklat SAR.

Hari pertama, usai acara pembukaan, para peserta diberikan materi-materi dasar tentang MFR (Medical First Responder) dan tehknik pertolongan di permukaan air. Pada akhir pelatihan, seluruh materi yang telah mereka terima akan dipraktekkan langsung, dimana lokasinya bertempat di Candikusuma.

Diharapkan, pelatihan water rescue, akan melahirkan SDM yang handal dan profesional sehingga nantinya disaat menghadapi kondisi sesunggunya, dimanapun dan kapanpun para peserta pelatihan potensi SAR sudah siap. (rhm)

Rekomendasi