Amankan Perairan Bali Lombok, KRI Karang Pilang Disiagakan Jelang Pemilu

Rabu, 27 Maret 2019 : 19.37
KRI Karang Pilang 981 bersandar di Lanal Banyuwangi guna mempersiapkan pengamanan Pemilu di wilayah perairan Bali Lombok/ist
Denpasar - Komando Armada ll mengerahkan KRI Karang Pilang 981 bersandar di Dermaga Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi, Lantamal V, Koarmada ll. Kehadiran kapal perang itu, menjelang digelarnta Pemilu serentak 17 April 2019 untuk mengamankan perairan Selat Bali dan Lombok.

"Kapal perang TNI AL ini diterjunkan di perairan Selat Bali dan Lombok untuk memonitor dan menjaga keamanan laut sebelum dan sesudah pelaksanaan Pemilu 2019," terang Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal saat menyambut kedatangan KRI Karang Pilang - 981 yang tiba dan bersandar di dermaga Lanal Banyuwangi, Rabu (27/3/2019).

Dtegaskan, kedatangan kapal perang itu, guna mengamankan wilayah meliputi Perairan Probolinggo, Jember, Lumajang, Situbondo, Banyuwangi, hingga Bali dan perairan Lombok. "Sasaran operasi untuk memberikan dukungan bagi pengamanan di darat dan mengantisipasi kemungkinan pengiriman barang-barang terlarang," ujar Zaenal.

KRI Karang Pilang akan melakukan operasi pengamanan di periaran Bali dan Lombok sejak dua minggu jelang pemilu hingga dua minggu setelah pelaksanaan pemilu. Selama operasi, menyasar titik-titik perairan yang dianggap rawan, sehingga kemungkinan adanya gangguan dari arah laut bisa diantisipasi sejak dini.

KRI Karang Pilang diterjunkan dalam rangka bekal ulang, fungsi pangkalan, salah satunya memberi dan melaksanakan pelayanan kepada unsur-unsur TNI Angkatan Laut, pesawat udara AL maupun Marinir yang melaksanakan operasi.

"Kami melayani mereka untuk bekal ulang, KRI disini sedang mengisi bahan bakar ulang, air tawar ulang, belanja bahan basah, itu fungsi pangkalan," jelasnya.

Diungkapkan, KRI Karang Pilang dilengkapi radar pengintai serta persenjataan lengkap selama operasi berlangsung. Radar tersebut berfungsi untuk mendeteksi jika ada gangguan-gangguan dari kapal yang mencurigakan di perairan selat Bali dan Lombok.

Tidak hanya itu KRI Karang Pilang membawa 43 prajurit yang memiliki kemampuan skill yang berbeda. Komandan KRI Karang Pilang 981 Mayor Laut (P) Farid Ardiansyah, mengatakan operasi pengamanan pemilu cukup banyak jenisnya,

"Kami standby dua minggu sebelum pemilu dan dua minggu sesudah pemilu, titik operasinya meliputi Bali, Banyuwangi dan Lombok. Jadi kami hanya memiliki senjata standar untuk melaksanakan patroli ditambah, kemampuan prajurit kemampuan tempur perorangan, kemampuan personel," ujarnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru