Abrasi Terjang Belasan Rumah di Pesisir Jembrana, Pasukan Yonif Mekanis Diterjunkan

Rabu, 27 Maret 2019 : 00.30
Anggota Yonif Mekanis 741/GN membantu warga pesisir pantai Pebuahan yang rumahnya rusak dihantam abrasi/pendam udayana
Jembrana- Tercatat 14 rumah warga rusak tergerus abrasi dan gelombang pasang yang menghantam pesisir pantai Pebuahan Kabupaten Jembrana Bali.

Belasan rumah warga yang mengalami kerusakan cukup berat dan 1 buah rumah Ibadah (Mushola) juga terkena dampak abrasi .

Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto, menyampaikan, bencana tersebut terjadi di di pesisir pantai Pebuahan akibat gelombang mencapai tiga hingga empat meter menghantam bibir pantai.

Kondisi itumengakibatkan terjadinya abrasi pesesisir pantai Pebuahan, di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaen Jembrana.

Atas kejadian tersebut, Peleton Siaga Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara diterjunkan memberikan pertolongan, dipimpin Serka Ekob Setyo Budi Utomo.

Sebanyak lima puluhan personel, dua unit kendaraan Dinas Strada dan satu unit Truk dikerahkan untuk mengangkut personel yang melaksanakan pembongkaran rumah warga yang terkena dampak abrasi.

Upaya ini juga bekerjasama dengan aparat Kepolisian, Polres Jembrana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana serta warga masyatakat.

Mereka saling bahu membahu, sehingga pembongkaran rumah warga yang terkena dampak gelombang pasang dalam waktu yang singkat dapat diselesaikan.

Bagi warga masyarakat yang berada di sekitar daerah terjadinya abrasi, sementara diungsikan ke rumah-rumah keluarga yang cukup aman.

"Semua ini dilakukan demi keselamatan warga masyarakat dan untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan sepanjang cuaca masih dalam keadaan yang kurang bersahabat," jelas Jonny.

Adanya bantuan dari Yonif Mekanis 741/GN, Pores Jembrana dan BPBD Jembrana, membuat masyarakat senang apalagi kesigapan aparat dalam membantu pembongkaran rumah warga yang terkena dampak gelombang pasang.

Demikian juga petugas membantu mengevakuasi warga pesisir yang diperkirakan rawan dari adanya abrasi bila gelombang pasang kembali menghantam pesisir pantai. (des)

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru