menu
search

80 Titik Fasilitas Publik dan Pariwisata di Bali Padam Satu Jam

Sabtu, 30 Maret 2019 : 14.55
Peringatan Earth Hour di Discovery Shopping Mall (DSM) Kuta/dok.kabarnusa
Denpasar - Sebanyak 80 titik fasilitas publik dan pariwisata di Pulau Bali akan dipadamkan selama satu jam dalam memperingati grakan kampanye hemat energi Earth Hour atau jam bumi.

Secara serentak, pemadaman lampu penerangan atau alat elektronik diadakan pada Sabtu (30/03/2019) dari pukul 20.30 hingga 21.30 wita (waktu setempat). Tahun ini Earth Hour kembali mengambil tema #connect2earth.

Komunitas Earth Hour Bali berusaha melestarikan dan menyelamatkan keanekaragaman hayati yang ada di Bumi ini dengan mengajak publik dan masyarakat untuk menerapkan gaya hidupnya dalam mengurangi plastik sekali pakai.

Hal ini didasari bahwa apa yang dilakukan manusia dengan menggunakan plastik sekali pakai mengakibatkan adanya samph-sampah plastik yang berakhir dilautan.

Melalui Tema yang diusung ini,Komunitas Earth Hour Bali ingin membangun kesadaran public supaya terhubung kembali dengan bumi sebagai tempat tinggal bersama dengan makhluk hidup lainnya, berupaya menggunakan sampah plastik sekali pakai.

Langkah itu dimulai dari diri sendiri untuk menyelamatkan lingkungan serta mendorong usaha-usaha untuk mengurangi plastik melalui ajakan setiap relawan Komunitas Earth Hour Bali.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) dalam press conference Global Ceremony Earth Hour 2019 (Switch Off Earth Hour Bali), mengungkapkan kegiatan Komunitas Earth Hour Bali begitu penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan .

“Pemerintah Provinsi Bali sangat mendukung gerakan Earth Hour Bali salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali No 97 tahun 2018 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik," tegasnya, Jumat 29 Maret 2019.

Selain itu, Gubernur Koster mendukung kegiatan selebrasi Switch off 2019 dengan mengeluarkan surat edaran Gubernur Bali No 276 Tahun 2019 tentang Earth Hour Indonesia, meningkatkan kapasitas kampanye Earth Hour Bali untuk mengajak sektor-sektor turut berperan dalam aksi nyata pada lingkungannya” tegas mantan Bupati Gianyar periode 2008-2013 ini.

Cok Ace, mengatakan di Bali sebenarnya sudah ada Hari Raya Nyepi yang memadamkan listrik selama satu hari penuh. Ia berujar bahwa suatu saat nanti semoga seluruh dunia saat hari Raya Nyepi bisa memadamkan listrik selama satu hari penuh.

“Spirit Earth Hour dan Hari Raya Nyepi yang ada di Bali sama-sama bagus, sejalan dengan Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Bali saat ini “Nangun Sat Kerthi Loka Bali yakni membangun Bali dengan Harmoni Sekala Niskala termasuk didalamnya memjaga lingkungan,” imbuh pria kelahiran Gianyar 23 Januari 1957.

Dalam Press Conference ini, Wakil Gubernur Bali Cok Ace juga didampingi Managing Director ITDC Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita, Director of Marine and Fisheries Program WWF Indonesia Imam Musthofa Zainuddin, Koordinator Earth Hour Bali Ratih Permithas Syury dan Kadis Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali Made Teja

Kegiatan Earth Hour di Bali tahun 2019 diikuti Pemerintah Provinsi Bali, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, 2 Icn Kota Garuda Wisnu Kencana dan Tugu Mandala ITDC Nusa dua, 36 Hotel dan Resort, 22 Mall dan komponen masyarakat lainnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua