menu
search

18 Penyu Hijau dan Puluhan Tukik Dilepasliarkan di Pantai Kuta

Kamis, 28 Maret 2019 : 00.00
Pelepasan 18 ekor penyu hijau di Pantai Kuta, Badung/ist
Badung - Sebanyak 18 ekor penyu hijau (Chelonia mydas) hasil sitaan petugas dan 50 ekor anak penyu atau itik dilepasliarkan di Pantai Kuta, Badung, Rabu (27/3/2019).

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali (BKSDA Bali) bersama instansi terkait, melepasliarkan 18 ekor penyu hijau dan 50 ekor anak penyu (tukik) jenis penyu lekang (Lepidochelys olivacea) hasil relokasi dan penetasan semi alami yang dilakukan oleh kelompok pelestari penyu Satgas Pantai Kuta.

Pelepasan satwa dilindungi itu disaksikan masyarakat dan wisatawan lainnya.Turut hadir, Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar, Lantamal V, Koarmada ll, Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko sekaligus melakukan penandatangan Dekalarasi dan Pelepasliaran Penyu di Pantai Kuta, Bali.

Danlanal mengikuti penandatanganan Deklarasi Bersama Upaya-Upaya Pelestarian Tumbuhan dan Satwa Liar di Wilayah Prov. Bali yang diadakan di halaman Kantor Pengelolaan Wisata Pantai Kuta Kab. Badung Bali.

Turut hadir dalam penandatangan Deklarasi dan pelepasliaran penyu Bali diantaranya Kepala BKSDA Bali Budi Kurniawan, Gubernur Bali diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Bali I Made Suteja, Polda Bali diwakili AKBP I Ketut Suratnya, Kajati Bali diwakili Koordinator Tindak Pidana Khusus Irwan S, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar I Putu Terunanegara dan pejabat lainnya.

Kepala BKSDA Bali Budi menjelaskan, semua jenis penyu berdasarkan Undang-undang No.5 tahun 1990 jo. PP Nomor 7 tahun 1999 dan berdasarkan Lampiran Permen LHK Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 sebagaimana telah diubah Permen LHK Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 merupakan satwa liar dilindungi.

Karenanya, segala macam pemanfaatan dilarang kecuali untuk kepentingan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan atau penyelamatan jenis. "Selain karena populasinya yang semakin menurun, penyu hijau memiliki peran penting dalam ekosistem," tegas Budi.

Peran penting penyu yaitu menjaga kesehatan laut antara lain pengontrol dan mendistribusi lamun, mengontrol distribusi spons, memangsa ubur-ubur, mendistribusikan nutrisi dan mendukung kehidupan biota/mahluk lainnya.

Budi menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI AL (Lanal Denpasar), POLDA BALI (Polres Gianyar dan Polres Buleleng), atas upaya penegakkan hukum terhadap peredaran satwa liar yang dilindungi.

Upaya itu berguna dalam upaya pelestarian satwa yang dilindungi serta akan terus dilakukan pengawasan, salah satunya melalui sosialisasi terhadap aktifitas perburuan satwa dilindungi di daerah-daerah pesisir di Bali khusunya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua